Jelang Kalah di Pilpres AS, Hillary dan Bill Clinton Bertengkar Hebat

361
Pesona Indonesia
Bill & Hillary Clinton. (foto: reuters)
Bill & Hillary Clinton. (foto: reuters)

batampos.co.id – Mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, dan istrinya, Hillary Clinton, dikabarkan bertengkar hebat via telepon di saat-saat genting kampanye pemilihan presiden AS beberapa waktu lalu.

Bill dan Hillary bersitegang mengenai niat Hillary untuk menyalahkan Direktur FBI James Comey atas merosotnya popularitas Hillary.

Seperti diketahui, kurang dari dua pekan pemungutan suara dimulai, Comey mengatakan akan membuka kembali penyelidikan mengenai e-mail-e-mail Hillary dari server pribadinya. Penyelidikan itu terkait dengan aksi cabul mantan suami ajudan Hillary.

”Saya bersama Bill saat dia berbicara dengan nada tinggi dengan Hillary,” kata seorang penasehat terdekat Bill. Ditambahkan penasehat itu seperti dilansir Daily Mail, Rabu (16/11), Bill tidak mau terima alasan Hillary dengan menyebut kalau turunnya hasil jejak pendapat akibat Comey.

”Bill menilai, anjloknya reputasi Hillary tidak lepas dari campur tangan manager kampanye Robby Mook, chairman kampanye John Podesta, dan Hillary sendiri,” ulasnya. Dikatakan Bill, tim kampanye Hillary tidak mau mendengar saran Bill mengenai isu kampanye seputar lemahnya perekonomian yang memengaruhi jutaan pemilih dari kelas pekerja.

”Wajah Bill sangat merah. Saya sampai takut dia akan mendapatkan serangan jantung. Sangking marahnya, dia melempar teleponnya keluar apartemennya. Telepon itu jatuh ke Sungai Arkansas. Bill memang punya apartemen mewah di Clinton Presidential Library and Museum di Little Rock.

Saat kampanye, Bill merasa tidak didengarkan oleh tim kampanye Hillary saat memaparkan ide untuk menggunakan isu perekonomian sebagai fokus kampanye. Dia berulang kali meminta mereka untuk berhubungan dengan masyarakat yang merasa ditinggalkan oleh negara, teknologi, dan globalisasi.

”Hillary tidak mau mendengarkan. Dia bilang, ide Bill sangat kuno dan tidak bisa diterapkan. Akhirnya, Bill tidak bisa melakukan apa pun karena Hillary dan timnya tidak mau mendengarkan apa yang dia katakan,” terang sumber tersebut. (*/tia/jpg)

Respon Anda?

komentar