Kanwil Kemenag Kepri Evaluasi Maghrib Mengaji

739
Pesona Indonesia

alquran-700batampos.co.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepri punya agenda besar sebelum tahun kerja berganti. Ada sejumlah program yang sebenarnya sudah terlaksana tahun ini, namun dinilai belum maksimal pelaksanannya. Sehingga Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal menilai perlu ada evaluasi agar segala program ini bisa lebih maksimal ke depannya.

“Program Magrib Mengaji dan Safari Subuh yang sebelumnya marak kini kok terasa kini tidak lagi ada semangatnya. Saya lihat ada penurunan intensitas di semua kabupaten dan kota,” kata Marwin, kemarin.

Menurut Marwin, program kemasyarakatan semacam ini punya banyak manfaat. Sehingga perlu diberi perhatian lebih baik oleh seluruh pelaksana dari Kemenag Kabupaten dan Kota. Misalnya, kata Marwin, perlu dibuat tolok ukur agar efektivitas dua progam ini bisa lebih ditinjau dan dikontrol.

“Program didikan subuh sebagaimana kita sudah buatkan surat edarannya, ternyata hanya semangat di awal saja. Belum ada tolak ukur yang jelas, apakah program berjalan sukses atau tidak selama lebih dari satu tahun, lalu harus ada evaluasi pengaruh positifnya apa untuk para santri,” ucapnya.

Marwin menyebutkan, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menggandeng para penyuluh honorer yang jumlahnya lebih dari cukup. Kalau tidak digandeng dan diberdayakan, sambung dia, akan terjadi ketidakpaduan dengan masing-masing bergerak sendiri.

“Saya kira kita harus memulai memanfaatkan peran serta penyuluh honorer, karena pada tahun 2017 insentif penyuluh honorer akan ditingkatkan menjadi Rp 500 ribu,” kata Marwin.

Rupanya bukan hanya dua program saja yang mendapat sorotan. Marwin juga menyebutkan bahwasanya perlu ada evaluasi program tahfidz untuk siswa madrasah sebagaimana yang telah diedarkan lebih dari satu tahun yang lalu.

“Apakah berjalan sesuai target? Berapa juz yang sudah dihafal oleh siswa madrasah selama satu tahun, atau berapa surat minimal. Kan dulu rencananya siswa harus hafal surat tertentu untuk dijadikan standar kelulusan. Apakah sudah ada evaluasinya, apa masalahnya,” ujar Marwin.

Dengan berbagai evaluasi dalam bidang pendidikan dan pondok pesantren yang akan dipertajam ini, Marwin berharap agar terjadi peningkatan efektivitas pelaksanaan program. Sebab itu ia meminta peserta yang diundang pada rapat koordinasi pimpinan awal pekan mendatang adalah Kepala Seksi yang menangani soal-soal pendidikan.

“Kami akan evaluasi kenapa program yang saya sebutkan tadi tidak berjalan optimal,” ungkap Marwin. (aya)

Respon Anda?

komentar