Kompak Jual Narkoba, Pasutri Divonis Penjara 8 Tahun

482
Pesona Indonesia
Ilustrasi foto dokumen jpnn
Ilustrasi foto dokumen jpnn

batampos.co.id – Terdakwa kasus narkoba, Susilawati, tersenyum meski divonis penjara 8 tahun pada persidangan putusan di PN Batam, Selasa (15/11/2016). Ia tetap senang karena hukuman itu lebih ringan 3 tahun dari tuntutan jaksa.

Hukuman sama juga dijatuhkan terhadap suami terdakwa, Mohd Azlan (WN Malaysia). Hal ini dikarenakan perbuatan dalam mengedarkan narkotika jenis sabu itu, dilakukan bersama-sama oleh pasangan suami istri tersebut.

Dibanding tuntutan JPU Rumondang pekan lalu, vonis majelis hakim ini terbilang ringan. Pada tuntutan, terdakwa Susilawati dituntut pidana penjara 11 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun. Sedangkan terdakwa Mohd Azlan, dituntut pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider 1 tahun.

Hakim Ketua Zulkifli bersama Hakim Anggota Hera Polosia dan Iman Budi Putra Noor, dalam amar putusannya menyebutkan bahwa Susilawati dan suaminya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menimbang hal-hal yang memberatkan serta hal-hal yang meringankan terhadap terdakwa, maka majelis sepakat menjatuhkan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan,” kata Hakim Ketua Zulkifli.

Atas putusan tersebut, kedua terdakwa menyatakan menerima, sementara JPU menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, kedua terdakwa tertangkap basah saat hendak melakukan transaksi narkotika di depan rumah makan Densiko Bengkong (23/3/2016) lalu. Dari tangan mereka ditemukan, sabu seberat 3,23 gram dan pil ekstasi 21 butir dari tangan terdakwa Susilawati. Sedangkan pada terdakwa Mohd Azlan ditemukan sabu seberat 0,65 gram yang disimpan dalam kotak rokok Malboro miliknya.

Barang bukti tersebut rencananya akan dijual ke Febi (DPO) yang sudah membayar sebesar Rp 3,2 juta. Narkotika itu dibawa dari Malaysia, karena kedua terdakwa berdomisili di Malaysia. Dari barang bukti yang ditemukan, awalnya berjumlah lima gram sabu dan 31 butir pil ekstasi.

Di Batam, pasangan suami-istri ini menginap di Hotel yang berada di belakang DC Mall, Jodoh. Dalam kamar yang kedua terdakwa tempati turut digeledah dan ditemukan adanya alat penghisap sabu (bong), plastik bening transparan serta timbangan elektrik yang dipergunakan untuk mengedarkan narkotika jenis sabu. (cr15)

Respon Anda?

komentar