Kronologi BNN Tewaskan Oknum TNI yang Terlibat Jaringan Narkoba Internasional

546
Pesona Indonesia
Mobil yang dikendarai jaringan narkoba internasional saat digerebek BNN. Dua tewas, satu oknum TNI AU, satu warga sipil. Satu WN Tiongkok berhasil ditangkap dengan barang bukti 100 kg sabu dan 320 butir happy five. Foto: istimewa
Mobil yang dikendarai jaringan narkoba internasional saat digerebek BNN. Dua tewas, satu oknum TNI AU, satu warga sipil. Satu WN Tiongkok berhasil ditangkap dengan barang bukti 100 kg sabu dan 320 butir happy five. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti 100 kilorgam sabu-sabu dan 320 ribu butir happy five di kawasan Pergudangan Sentra Kosambi, Desa Kosambi Timur, Kosambi, Tangerang, Banten, Selasa (15/11/2016) sore, tak terlepas dari buah kerjasama yang apik antara Bea Cukai, BNN, dan POM TNI.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari membenarkan tangkapan kakap ini. Menurut dia, sebelum melakukan pengungkapan, tim mereka di bawah pimpinan Brigjen Eko Daniyanto selaku Direktur Tindak Kejar BNN telah mengintai jaringan narkoba ini selama dua pekan.

“Jadi sore pukul 17.00 WIB kita lakukan penangkapan dan penyitaan narkoba,” kata Arman saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Tim ketika itu mencegat mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1754 PRL. Di dalam mobil ada dua orang yang diduga membawa narkoba.

“Saat itu, anggota kita coba ditabrak pelaku dan melawan. Sehingga anggota bersama POM (TNI) melakukan tindakan tegas dengan penembakan ke pelaku,” tutur jenderal bintang dua ini.

Anak buah Komjen Budi Waseso ini menerangkan, ketika digeledah, didapati sabu-sabu seberat 40 kilogram di dalam mobil. Lantas dilakukan pengembangan ke sebuah gudang.

Di sana, tim mendapati seorang warga Taiwan bernama YEH JEN-CHE EH sedang melakukan pengemasan narkoba jenis sabu-sabu. Ketika itu tim mendapati sabu-sabu seberat 60 kilorgam dan 320 ribu butir happy five yang tersimpan di dalam gudang.

“Jadi total barang bukti ada 100 kilogram sabu-sabu dan 320 butir happy five,” sambung mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya ini.

Selain itu, petugas juga menemukan senjata api yang digunakan pelaku untuk melawan petugas. Menurut Depari, dari jenis senpi itu belum bisa dipastikan juga milik Polri atau TNI.

“Memang dalam penindakan kami selalu melibatkan POM, Bea Cukai juga dan ada Polri,” ujarnya. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar