Lika-liku Perjalanan Narkoba di Indonesia

417
Pesona Indonesia
Dua terdakwa Idrizal dan Edo digiring petugas usai menjalani sidang atas kasus yang menjeratnya,  Foto: Osias De / batampos
Dua terdakwa Idrizal dan Edo digiring petugas usai menjalani sidang atas kasus yang menjeratnya,
Foto: Osias De / batampos

batampos.co.id – Idrizal Efendi, 26, dan Edo Renaldi, 24, dua kurir narkoba sebanyak 96 kilogram ialah kurir narkoba yang dikirim dari Pekanbaru ke Tanjungpinang.

Atas perintah Syamsudin (dalam pengejaran) yang menyuruh kedua terdakwa mengambil mobil Daihatsu Feroza BP 1463 JL dan Suzuki Escudo BP 1649 NM di Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang.

Keduanya ditangkap BNN Pusat di Tanjungpinang sekitar dua bulan yang lalu. Keduanya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (15/11), dengan agenda mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang.

Dalam dakwaan JPU Ricky Setiawan Anas didampingi JPU Pengganti RD Akmal dan Haryo Nugroho, menguraikan, “Kemudian mereka membawa dua unit mobil itu ke Jembatan dekat belakang RSUP Kepri, untuk menunggu Suryanto (meninggal dunia) yang membawa narkoba yang disimpan dalam ban empat buah ban mobil.”

Dikatakan JPU, setelah bertemu di jembatan belakang RSUP kepri, Suryanto memindahkan tiga buah ban mobil yang didalamnya sudah berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi ke mobil Daihatsu Feroza. Sedangkan satu ban lagi yang juga sudah berisi narkoba di pindahkan kle mobil Suzuki Escudo.

”Setelah itu kedua terdakwa dan Suryanto berencana menuju ketempat ekspedisi di Pelabuhan Kijang hendak mengirim narkoba tersebut ke Jakarta. Namun, mereka singgah dulu ke bengkel Taya Ban untuk membeli ban baru. Saat ban yang terpasang baru tiga buah, mereka terlebih dulu ditangkap petugas BNN. Saat penangkapan itu Suryanto yang mencoba melarikan diri tewas setalah terjatuh dari lantai tiga di bengkel tersebut,”kata JPU.

Dalam dakwaan JPU juga terungkap, sebelum ditangkap BNN. Penyelundupan narkoba untuk di kirim ke Pontianak dan Makassar melalui Tanjungpinang sudah pernah dilakukan terdakwa.

Pertama kali dilakukan terdakwa sekitar bulan Mei dan setelah berhasil mendapat upah Rp 10 juta.

Selanjutnya diupah sebesar Rp2 juta untuk dua kali pengiriman narkotika pada bulan Juli 2016 yang terdakwa terima dari Ali, dan uangnya dipakai bayar sewa kamar hotel.

”Jika kemarin berhasil menyelesaikan pekerjaannya yang hendak mengirimkan sabu itu mereka akan mendapatkan upah Rp 60 juta dari Syamsudin. Namun, mereka telah menerima uang DP sebesar Rp 30 juta,”ucap JPU.

Masih dalam dakwaannya, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, memberi, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan Satu, sebagaimana dalam dakwaan pertama  melanggar Pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Atas dakwaan ini, kedua terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya, Arul, Agus Supriyanto dan Said dari Jakarta akan mengajukan eksepsi (pembelaan).

Mendengar dakwaan itu, Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang Wahyu Prasetyo Wibowo didampingi dua hakim anggotanya Acep Sopian Sauri dan  Santonius Tambunan menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda mendengarkan pembelaan terdakwa.

Seperti diketahui sebelumnya, saat penangkapan yang dilakukan, BNN berhasil menyita barang bukti (BB) narkoba dari kedua tersangka dengan jumlah yang bervariasi dengan total 96 kilogram yang terdiri dari sabu dan pil ekstasi.

Dari tersangka Idrizal didapatkan sabu 9.329,2 gram dan pil ekstasi sebanyak 34.170 dengan berat 9.073,3 gram.

Dari tersangka Renaldi, BB yang disita yakni sabu 20.641,2 gram, pil Ekstasi 14.524 butir dengan berat 3742,5 gram.

Selain itu ada juga sabu seberat 12.237 gram, sabu 30.909,8 gram, pil Ekstasi sebanyak 39.579 butir dengan berat 11.220,5 gram.

Terkait barang bukti yang disita dari tangan tersangka sebagian besar telah dimusnahkan oleh BNN Pusat pada (31/8) lalu. Sedangkan barang bukti berupa dua unit mobil merk Daihatsu Feroza BP 1463 JL dan BM 1649 MN, serta sampel sabu dan pil Ekstasi diserahkan ke Kejari.(ias)

Respon Anda?

komentar