Setelah Latihan Tempur di NatunaTNI AD Pamerkan Alutsista yang Dimiliki

1305
Pesona Indonesia
Suasana pameran alat utama sistem persenjataan TNI AD di Natuna, 2016. foto: batampos
Suasana pameran alat utama sistem persenjataan TNI AD di Natuna, 2016.
foto: batampos

batampos.co.id – Ratusan pelajar mulai Sekolah Dasar hingga Sekolah Menegah Atas antusias mengunjungi pameran alutsista TNI AD di pantai Kencana Ranai, Selasa (15/11).

Tidak hanya pelajar, warga pun ramai melihat secara dekat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) dimiliki TNI AD yang digunakan dalam latihan taktis antar cabang di Teluk Buton Natuna kemarin.

Para pelajar diizinkan berkeliling pantai menggunakan kendaraan tempur Anoa. Tidak hanya untuk mengenal lebih dekat, pameran tersebut menjadi ajang berfoto bagi warga yang berkungjung.

Beberapa unit Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) diboyong TNI ke Pantai Kencana Ranai. Baik kendaraan tempur dan senjata ini sengaja dipajang untuk masyarakat

Kepala Penerangan Korem 033/ Wira Pratama, Mayor Abdul Sipahutar mengatakan, pameran ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat jenis persenjataan yang digunakan dalam latihan taktis di Teluk Buton. Hal ini juga untuk pertanggung jawaban kepada rakyat, karena peralatan digunakan berasal dari biaya rakyat.

Abdul mengatakan, Ranpur yang didisplay diantaranya Tank Leopard, Tank AVLB, Tank Arv, Ranpur Marder, Ranpur M113 A1, Ranpur Anoa. Sementara untuk senjata seperti meriam, senapan mesin sedang dan senjata lainnya.

Dikatakannya, masyarakat dipersilahkan naik ke atas tank dan berfoto. Selain itu, mereka juga akan diberikan kesempatan berkeliling bersama tank yang dikendarai di seputaran Pantai Kencana

“Kendaraan tank leopard itu kendaraan baru, bahkan kapal yang mengangkutnya pun termasuk peralatan baru TNI, yakni kapal ADRI,” sebutnya.

Tank Leopard ini diberangkatkan oleh Batalyon Pembekalan (Yonbekang)-4/Air TNI dari pelabuhan Tanjung Priok dengan kapal ADRI-L dengan kapasitas angkut 1.200 tonase.

Usai latihan taktis Ancab, beberapa personel dan kendaraan ini sebenarnya akan kembali diangkut ke base asalnya.

“Mungkin sebagian masih akan di Natuna, jelang latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) mendatang,” terangnya. (arn)

Respon Anda?

komentar