Walikota Tanjungpinang ke China, Belajar Kelola Sampah dan Air Limbah

687
Pesona Indonesia
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos
Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah berkunjung ke China, Selasa (15/11). Ia belajar tengang instalasi pengolahan sampah dan pengelolaan air limbah.

“Saya sedang melihat peluang teknologi serupa ini bisa diterapkan di Tanjungpinang,” kata Lis, melalui pesan singkatnya kepada Batam Pos, kemarin.

Ada sponsor besar yang siap melakukan hal itu. Begitu, kata Lis. Sebuah organisasi pembangunan dari Jerman, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH bahkan dinyatakannya bakal berkunjung ke Tanjungpinang selama tiga hari pada pekan depan.

“Organisasi GIZ ini yang nantinya akan membiayai seluruh program instalasi bilamana memang ada peluang nyata untuk diterapkan di Tanjungpinang,” kata Lis.

Seberapa realistis Lis melihat peluang itu menjadi nyata?

Ia menilai peluangnya sangat terbuka. Sebelumnya, GIZ telah lebih dahulu melakukan tiga kali survey di tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di Tanjungpinang. Dari situ didapat kajian awal ada peluang penerapan pengelolaan sampah dan air limbah. Lis juga optimistis hal tersebut bisa menjadi nyata. Mengingat sebelumnya Pemko Tanjungpinang juga telah menggandeng GIZ awal tahun lalu.

“Program mereka ada yang sudah masuk pada 2016 ini yaitu pengolaan limbah WC melalui program Kementerian PU. Karena itu saya optimistis saja dengan hasil kunjungan kerja ini,” ungkap Lis.

Dalam kondisi keuangan yang tengah dilanda defisit, Lis mengingatkan bahwasanya perlu kreativitas dalam mendatangkan uang untuk tetap melakukan pembangunan. Bisa dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Lis ingin juga mendorong adanya program internasional agar bisa terlaksana di Tanjungpinang. Apalagi yang menjadi lebih spesial, dalam tahun ini hanya Tanjungpinang dan Pekanbaru yang terpilih sebagai daerah yang akan diujicoba pelaksanaan instalasi pengolahan sampah dan air limbah ini.

“Doakan saja. Ini juga bagian dari kerjasama dengan Urban Nexus Integrated Resource Management yang merupakan badan lingkungan hidup bersama UNSCAP dan PBB,” ujar Lis. (muf)

Respon Anda?

komentar