Ciptakan Lingkungan yang Komunikatif melalui Apartemen Rakyat

395
Pesona Indonesia
aguspurnama
Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana saat membuka Workshop Pembangunan Apartemen Rakyat di Kota Batam pada Rabu (16/11) siang .

batampos.co.id – Pembangunan apartemen rakyat sudah dirasa perlu, salah satunya dilatarbelakangi oleh terbatasnya lahan di Kota Batam untuk rumah penduduk. Nantinya paradigma pembangunan perumahan diharapkan tidak lagi membangun rumah tapak melainkan secara vertikal baik itu pemerintah maupun swasta.

Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana mengatakan hal itu saat membuka Workshop Pembangunan Apartemen Rakyat di Kota Batam. Kegiatan yang berlangsung di Gedung IT Centre tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta pada Rabu (16/11) siang .

Menurut Agus, pembangunan apartemen tidak hanya dilihat secara fisik dan sisi bisnis saja dari berdirinya suatu bangunan melainkan terciptanya suatu manajemen pengelolaan apartemen dimana akan menciptakan suatu lingkungan yang komunikatif, aman, tentram dan nyaman untuk tempat tinggal.

“Apartemen tidak hanya dilihat secara fisik namun bagaimana membangun sebuah komunitas hubungan, kekeluargaan di tempat tersebut, sebuah bangunan yg tidak saja tempat berteduh tetapi bisa mengisi esensi dari sebuah keluarga,” harapnya.
Fokus workshop tersebut bagaimana melihat kedepan arah kebijakan pembangunan apartemen rakyat di Batam dengan mempertemukan antara swasta dan pemerintah. Konsep Apartemen rakyat menggunakan skema kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dimana nantinya akan diperuntukan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kebijakan penyediaan apartemen rakyat dilatarbelakangi oleh pesatnya urbanisasi di kota-kota besar, keterbataasan terhadap ketersediaan lahan bagi perumahan layak huni, tata ruang kota masih kumuh, dan belum memadai rumah susun yang terbangun. BP Batam sebagai bagian dari pemerintah diharapkan memanfaatkan aset dan menyediakan perumahan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah sebagai salah satu solusi dalam penyediaan hunian secara vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien.
Workshop pembangunan apartemen rakyat di Batam mencangkup aspek tata ruang peruntukan bagi MBR, komersial, fleksibilitas dan pengendalian dalam pembangunan perumahan. Kemudian skema ketersediaan (konstruksi, operasi, dan pemeliharaan) yang sesuai dengan kualitas dan atau kriteria sebagaimana diatur dalam Perpres no 38 tahun 2015 tentang kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur sosial termasuk di dalamnya infrastruktur perumahan rakyat.
Hal lain turut mengemuka ialah alternatif pembangunan rumah susun dengan skema rusunawa (seperti rusun Jamsostek) dan rusunami (apartemen komersial). Model subsidi silang antar hunian subsidi dan hunian komersial dimana dapat diperjualbelikan sesuai Kepmenpupera no 425/kpts/M/2015 tentang batasan harga jual rumah melalui kredit/pembiayaan pemilikan rumah sejahtera. Selanjutnya birokrasi perijinan konstruksi oleh pemerintah daerah.
Dengan diselenggarakannya workshop ini diharapkan akan memberikan pengertian bagi para pemangku kepentingan untuk mempengaruhi struktur dan pola ruang kota dan menciptakan kawasan yang optimal, sistemik, dan mendukung aktivitas ekonomi perkotaan.
Pada kesempatan tersebut hadir sejumlah pembicara di antaranya Direktur Pemanfaatan Aset, Baskoro Ananto Hadi; Konsultan, Seno Prakoso; Komisaris PT. Kinarya Rekayasa, Sulistyana, Asisten Deputi Perumahan, Pertanahan, dan Pembiayaan Infrastruktur Kemenko Bidang Perekonomian RI, Bastary Pandji Indra, Kabid Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung, Nunun Yanuati serta perserta diantaranya Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Kepri, REI Batam, konsultan, BNI, perusahaan, akademik dan notaris.

Respon Anda?

komentar