Copot Ketua Tim Transisi, Trump Tak Ingin Ada Pelobi Dalam Penyusunan Kabinetnya

227
Pesona Indonesia
Presiden Amerika terpilih dari Partai Republik, Donald Trump bersama anaknya Barron dan istrinya Melania tiba di Manhattan, New York, AS, 9 November 2016. Foto: Carlo Allegri/reuters
Presiden Amerika terpilih dari Partai Republik, Donald Trump bersama anaknya Barron dan istrinya Melania tiba di Manhattan, New York, AS, 9 November 2016. Foto: Carlo Allegri/reuters

batampos.co.id – Penyusunan kabinet pemerintahan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ternyata tak mudah. Buktinya, Selasa (15/11/2016) lalu dia mencopot Chris Christie dari jabatannya sebagai ketua tim transisi.

Trump kemudian menunjuk wakilnya, Mike Pence, sebagai ketua tim transisi.

’’Trump menyusun pemerintahannya sebagaimana dia membangun bisnisnya dan juga kampanyenya yang penuh drama, tapi menuai sukses,’’ tulis Politico, mengutip keterangan salah seorang ajudan Trump.

Politikus Partai Republik yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan bahwa perselisihan dan perbedaan mendominasi pembentukan pemerintahan baru. Itu yang membuat rancangan kabinet terus berubah.

Berbagai rumor beredar tentang pencopotan Christie yang selama ini dikenal sebagai karib Trump di dunia politik. Beberapa media AS menyebut sang menantu, Jared Kushner, sebagai penyebab.

Suami Ivanka tersebut kesal karena ayahnya menjadi pesakitan ketika Christie menjabat jaksa agung di Negara Bagian New Jersey. Pada 2004, ayah Kushner terbukti mangkir dari kewajiban membayar pajak dan mengalirkan dana politik ilegal.

Dendam Kushner itulah yang lantas membuat Trump merombak tim transisinya. Konon, atas saran Kushner yang juga menjadi salah satu penasihat politiknya, taipan 70 tahun tersebut mendepak Christie. Namun, secara resmi, kubu Trump menyebut perubahan itu sebagai salah satu upaya mensterilkan pemerintahan baru dari para pelobi.

Dalam kampanyenya, Trump selalu menegaskan bahwa dirinya tidak akan melibatkan seorang pelobi pun dalam pemerintahannya. Meskipun, pelobi tersebut adalah teman dekat sendiri.

Tersingkirnya Christie dari tim transisi Trump memicu perpecahan dalam ring satu. Mike Rogers, mantan legislator yang pernah menjadi chairman Komite Intelijen House of Representatives (DPR AS), tidak mau lagi bertahan dalam tim transisi. Selasa dia mengundurkan diri. Keputusan itu lantas diikuti tim penasihat keamanan nasional yang lain, Matthew Freedman.

Sementara itu, Presiden Barack Obama yang sedang melawat ke Benua Biru kembali menyelipkan komentar tentang Trump dalam pidatonya. Di Kota Athena, Yunani, pemimpin 55 tahun itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap rakyat Negeri Paman Sam.

Tetapi, dia juga merasakan kegalauan Trump yang memanfaatkan ancaman globalisasi sebagai senjata untuk memenangi hati rakyat.

’’Saya ikut merasakan ketakutan dan kemarahan rakyat Amerika terhadap ancaman mekanisasi dan globalisasi. Dan, para pejabat Republik itu tidak berkata jujur soal ancaman yang dihadapi,’’ ungkapnya. Kini, menurut suami Michelle tersebut, Trump pun terjebak dalam kubangan yang dibuat sendiri.

Selain ke Yunani, Obama mengunjungi Jerman dan Peru untuk memastikan hubungan diplomatik terus berlangsung. (AFP/Reuters/CNN/BBC/hep/c4/any)

Respon Anda?

komentar