Aksi Bela Islam Jilid III Digelar 2 Desember, Dijamin Lebih Damai

648
Pesona Indonesia
Peserta demo Bela Isalm II memadati gerbang samping Gedung Pertamina, Jakarta. Foto Fatra/jpnn.com
Peserta demo Bela Isalm II memadati gerbang samping Gedung Pertamina, Jakarta. Aksi serupa akan kembali digelar pada 2 Desember 2016 mendatang.  Foto Fatra/jpnn.com

batampos.co.id – Hasil rapat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) memastikan, umat Islam akan kembali turun ke jalan melakukan aksi Bela Islam Jilid III.

Namun pelaksanaanya bukan 25 November seperti diisukan selama ini, melainkan Jumat 2 Desember 2016.

Keputusan turun kembali ke jalan disampaikan dalam konferensi pers di AQL Center, Tebet Utara I, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016).

Hadir pada kesempatan itu pembina GNPF-MUI Habib Rizieq Syihab, Ketua GNPF Ustad Bachtiar Nasir, juru bicara FPI Munarman dan para pimpinan ormas Islam.

Keputusan tersebut diambil karena Basuki T Purnama alias Ahok yang telah ditetapkan tersangka kasus dugaan penistaan agama, tidak ditahan seperti tersangka lain dalam kasus yang sama.

“Karen Ahok tidak ditahan, GNPF MUI memutuskan untuk kembali menggelar aksi Bela Islam III pada Jumat 2 Desember 2016,” kata Habib Rizieq.

Aksi kali ini menurutnya bertepatan dengan Jumat kubro dan Maulid Akbar, karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan kali ini juga diisi dengan istighosah dan shalat Jumat, sehingga aksi kali ini dijamin damai.

Sebelumnya aksi Bela Islam II berlangsung 4 November lalu. Diprediksi jumlah massa yang turun ketika itu melebihi angka 1 juta umat.

Tuntutan GNPF-MUI ketika itu adalah penegakan hukum seadil-adilnya untuk Basuki T Purnama alias Ahok, terkait kasus dugaan penistaan agama.

Saat ini, Ahok sudah ditetapkan tersangka oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Calon petahana gubernur DKI Jakarta itu juga dicegah ke luar negeri.

Namun, Ia tidak ditahan seperti tersangka kasus penodaan agama pada umumnya.(fat/jpnn)

Respon Anda?

komentar