Parkir di Tepi Jalan, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia, Pemilik Marah: Tempat Parkirnya Mana?

708
Pesona Indonesia
Petugas Dinas Perhubungan Kota Batam menertibkan sepeda motor yang parkir dijalan Engku Putri Batamcenter, Kamis (17/11).Dishub terpaksa menertibkan karena jalansepanjang jalan tersebut dilarang parkir bagi kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Petugas Dinas Perhubungan Kota Batam menertibkan sepeda motor yang parkir dijalan Engku Putri Batamcenter, Kamis (17/11).Dishub terpaksa menertibkan karena jalansepanjang jalan tersebut dilarang parkir bagi kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dan polisi satuan lalu lintas Barelang melakukan penertiban parkir liar di Jalan Engku Putri, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Batam, Kamis (17/11/2016).

Tak tanggung-tanggung, ratusan kendaraan terdiri dari roda empat dan roda dua yang tengah parkir di marka jalan larangan parkir menjadi sasaran tim gabungan. Kendaraan tersebut di derek dan diangkut petugas ke kantor dishub.

Pantauan Batam Pos (grup batampos.co.id), para pengendara panik ketika petugas datang menghampiri kendaraan mereka. Berbagai alasanĀ  dilontarkan agar tidak terjaring razia. “Jangan diangkut dulu. Ini saya mau pindahin,” ujar seorang pengendara.

Hesti misalnya, pemilik kendaraan tak henti-henti mengomel ketika sepeda motor Yamaha Mionya dibawa paksa oleh petugas gabungan. “Di dalam (Imigrasi) tak boleh parkir, makanya kami parkir di luar. Gimana sih,” gerutu Hesti.

Ia juga mengaku, razia yang dilakukan tim gabungan tanpa ada sosialisasi. “Ini orang gak jelas. Masak kita hanya ngurus paspor dirazia juga. Macam jebakan saja. Padahal kita kesini tak tiap hari,” kesalnya warga Tiban itu.

Anton Siregar yang motornya juga ditertibkan petugas, mengaku kesal dengan tindakan petugas. Ia mengakui kalau ada rambu larangan parkir dilokasi. “Saya parkir disini karena kata petugas Imigrasi di dalam penuh, ” ucapnya.

Andi, pengendara motor lainnya ikut meradang dengan petugas. Bahkan seorang anggota PM yang mengawal kegiatan penertiban itu sempat dibuat kesal oleh seorang pengendara. Ia kesal dan membantingkan helmnya ke aspal.

“Tolong hargai petugas disini,” kata petugas sambil meminta ambil kembali helm yang dilempar.

Kepala Dishub Kota Batam, Zulhendri mengaku, pihaknya sudah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi berupa larangan parkir di sepanjang Jalan Engku Putri dan Pelabuhan Internasional Batamcentre.

“Sudah capek sosialisasi. Karena tak diindahkan, makanya hari ini angkat semua,” ujar Zulhendri.

Menurutnya, petugas akan menindak pemilik kendaraan dengan memberikan denda dan memberikan surat tilang bagi pemilik kendaraan yang ada di tempat. “Kalau ada orangnya ada, langsung ditilang sama polisi,” jelasnya.

Ke depan, kata Zulhendri, pihak akan terus menggelar razia parkir liar. Sasarannya, kendaraan yang parkir di marka jalan larangan parkir. “Sebenarnya ini menyangkut kesadaran warga. Kita hanya mempertegas saja,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono mengaku mendukung upaya penindakan yang dilakukan dishub. Hal ini, katanya, sangat bermanfaat bagi pengguna jalan sehingga nanti ke depan tidak ada lagi orang yang sembarangan memarkirkan kendaraanya.

“Kita harapkan ini berkelanjutan, sehingga timbul kesadaran masyarakat,” kata Djoko.

Ia menilai, memang harus ada sanksi sehingga ada perubahan. “Memang sudah saatnya dishub melaksanakan tindakan di lapangan, sehingga ke depan masyarakat bisa menyadari tak boleh parkir disembarangan tempat,” ucap Djoko.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Dandis Rajagukguk mengaku sudah seharusnya pemko menyediakan lahan parkir yang lebih luas. Apalagi melihat jumlah kendaraan yang parkir di lokasi pemerintahan sudah tidak memungkin lagi.

“Dulu saya ingat sudah ada ketegasan untuk membangun gedung parkir yang terintegrasi langsung dengan gedung walikota. Sekarang kita lihat di Mega Mall, sudah berhasil membangun gedung parkir,” kata Dandis.

Sekarang, kata Dandis, karena keterbatasan lahan, sudah harus berpikir bagaimana membangun tempat parkir yang nyaman dan respentatif. Menurutnya, ketika dibuat parkir di gedung dengan pelayanan yang didapat pengunjung, mereka tak akan merasa rugi ketika ditarik retribusi. Dan kendaraannya pun aman dan nyaman.

“Usaha memang perlu modal dan anggaran. Jadi kita jangan berkeluh kesah dengan keterbatasan anggaran,” ucapnya.

Saat ini, pertumbuhan kendaraan sangat luar biasa dan tidak bisa dikontrol lagi. Apalagi kendaraan sudah menjadi kebutuhan pokok.

“Kita mendukung apa yang dilakukan dishub. Tetapi pemerintah jangan lupa untuk menyediakan infrastrukturnya. Dan gak mungkin juga mereka berurusan di kantor walikota parkir di politeknik,” ucapnya. (rng)

Respon Anda?

komentar