Pemko Batam Pesimis Bisa Capai APBD Rp 4 Triliun

480
Pesona Indonesia
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mulai pesimistis anggaran belanja dan pendapatan daerah (ABPD) Kota Batam mencapai angka Rp 4 triliun di lima tahun kedepan. Hal itu karena kebijakan baru dari pemerintah pusat serta proyeksi pertumbuhan ekonomi yang semakin menurun.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengatakan angka Rp 4 triliun untuk APBD yang akan dicapai lima tahun kedepan susah dicapai. Sebab perubahan kebijakan dari pemerintah pusat untuk penggunaan anggaran mulai membuyarkan rencana dirinya bersama Walikota Batam Muhammad Rudi. Seperti anggaran untuk dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DBU) dan dana alokasi khusus (DAK)

“Angka Rp 4 triulin yang kami janjikan sulit dicapai. Proyeksi yang paling proposional bagi kami hanya Rp 3,6 triliun. Itu sudah terobosan yang luar biasa,” jelas Amsakar.

Menurutnya, rencana pencapaian itu nantinya akan disampaikan langsung ke publik. Dimana mereka akan menjelaskan jika kondisi parameter terdahulu dan sekarang sangatlah jauh berbeda.

“Kami yang akan menyampaikan hal ini ke publik. Karena kondisi yang kemarin dan sekarang berbeda. Apalagi melihat kondisi ekonomi,” jelas Amsakar.

Meski begitu, lanjut Amsakar, dalam Kebijakan Umum Anggaran – Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) bersama DPRD Kota Batam, dirinya menyampaikan beberapa kebijakan penggunaan anggaran oleh Pemko Batam. Yang mana arah penggunaan anggaran APBD masih pada infrastruktur. Dan itu akan berlaku hingga masa jabatannya habis.

“Tracingnya tetap ke infrastruktur, pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan,” ujar Amsakar.

Ia juga mengaku, dalam rapat tersebut, beberapa anggota dewan sempat menyampaikan pandangan mereka tentang hasil reses. Apakah hasil reses mereka terakomodir dalam KUA-PPAS.

“Saya katakan, silahkan dikroscek pembahasan antara komisi dan petugas teknis. Apalagi itu sudah sangat teknis,” pungkas Amsakar. (she)

Respon Anda?

komentar