Lowongan Kerja Minim, Pencaker Takut Tak Kerja

1930
Pesona Indonesia
Pekerja galangan kapal. foto: dalil harahap / batampos
Pekerja galangan kapal.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Banyaknya perusahaan yang tutup membuat para pencaker kebingungan. Pasalnya, dipastikan lapangan pekerjaan juga kian berkurang.

“Makin nambahlah yang nganggur, hitung saja 500 pekerja satu PT (Perusahaan, red), banyak juga itu (yang nganggur lagi),” ucap pencaker Iwan, saat ditemui di Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Jumat (18/11).

Menurutnya, kini di Batam mencari kerja kian susah. Bagaimana tidak sudah tiga bulan dirinya lalu lalang membawa lamaran namun tak pernah diterima bekerja. Dia mengatakan pencakerlah yang paling kena imbas jika perusahaan tutup.

“Kalau yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja, red) masih dapat pesangon. Kita (pencaker) ini yang makin susah. Apalagi postur ku seperti ini (pendek),” keluhnya.

Pencaker lain, Dodi Saputra, mengaku takut jika semakin banyak perusahaan yang tutup atau hengkang, justru akan semakin menyumbang angka pengangguran.

“Yang (nganggur) sekarang saja banyak. Apalagi kalau ada yang tutup lagi, jadi makin banyaklah,” ujarnya.

Sementara itu, terakhir perusahaan yang tutup yakni PT Sanyo Energy yang beroperasi di Batamindo Industrial Park. Tutupnya perusahaan ini menambah daftar panjang perusahaan yang tutup pada tahun 2016 ini dengan jumlah 60 perusahaan.

Data ini diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakiyakirti  Selasa (1/11) lalu.

Penutupan ini, pastinya membuat angka pengangguran di Kota Batam menjadi bertambah. Data Disnaker mencatat hingga Agustus 2016 lalu sudah ada sebanyak 16.426 pencaker yang terdaftar, sedangkan untuk lowongan yang tersedia hanya 5.225 lowongan.

“Bertambah pasti lah, apalagi adanya perusahaan yang tutup ini, tapi kan informasi dari Batam Pengusahaan (BP) Batam banyak perusahaan yang buka juga tahun ini,” pungkasnya. (cr13)

Respon Anda?

komentar