Mulai Sekarang, Hati-hati Mengirimkan Pesan Berantai via Sosmed

620
Pesona Indonesia

group-of-people-smartphones-1940x900_35714batampos.co.id РPerhatian, ini penting ! Di dalam pasal UU ITE ini disebutkan,  Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Polisi mengancam mempidanakan para penyebar berita tidak  benar alias hoax menyangkut pilkada. Langkah tegas ini menyikapi situasi menjelang Pilgub DKI Jakarta 2017 yang belakangan sempat memanas.

“Masyarakat yang suka mengirimkan kabar bohong (hoax), atau bahkan cuma sekadar iseng mendistribusikan, harap berhati-hati,” kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto, Minggu (20/11).

Menurut dia, Polri tak akan segan menindak penyebar berita hoax. Adapun pasal yang dikenakan lanjut Rikwanto adalah pasal 28 ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Ancamannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar,” sambung dia.

“Jadi mulai sekarang, setiap orang harus berhati-hati dalam menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik. Sekarang banyak SMS, maupun email, hoax yang berseliweran,” tambahnya

Masyarakat juga lanjut Rikwanto, mesti aktif melaporkan ke polisi. Bila dilaporkan, nanti akan langsung diproses aparat.

Setelah laporan diproses oleh pihak kepolisian, baru kemudian polisi bisa melakukan penyidikan dengan bekerja sama bersama Kemenkominfo dan segenap operator telekomunikasi.

“Tolong jangan sembarangan mem-forward kabar yang belum tentu benar atau hoax,” tukas dia. (elf/JPG)

Respon Anda?

komentar