Beginilah Wajah Kota Batam Saat Hujan Turun

970
Pesona Indonesia
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mendorong motornya yang mogok akibat terendam genangan air dijalan Fisabillah Batamcenter, Minggu (20/11/2016). Genangan tersebut karena debit air hujan yang tinggi. Sementara drainase kecil sehingga tidak dapat menampung air hujan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa mendorong motornya yang mogok akibat terendam genangan air dijalan Fisabillah Batamcenter, Minggu (20/11/2016). Genangan tersebut karena debit air hujan yang tinggi. Sementara drainase kecil sehingga tidak dapat menampung air hujan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sudah berkali-kali berganti walikota, namun persoalan banjir di Kota Batam belum juga usai. Belum lagi jalan berlubangnya yang terus bertambah.

Bahkan kini terbilang makin parah. Titik genangan air hujan yang lebih jamak disebut warga banjir makin banyak. Hujan deras sebentar saja, sejumlah ruas jalan dan perumahan bak sungai.

Lihatlah saat hujan deras kembali mengguyur Batam, Minggu (20/11/2016), membuat banjir kembali terjadi di beberapa ruas jalan di kota industri ini.

Seperti yang terjadi di ruas jalan Raja Haji Fisabilillah Batamcenter. Di lokasi ini, air bahkan menutupi dan melintasi median jalan. Kendaraan banyak yang takut menerobos banjir, keadaan ini membuat kemacetan hingga air surut.

“Waduh, mogok motorku,” keluh seorang pengendara.

Hal serupa juga terjadi di ruas jalan Dang Merdu. Tidak sedikit pemotor mendorong kendaraannya karena mogok, usai memaksakan diri menerobos banjir.

“Tak usah lewat bang, lumayan dalam nanti motornya mogok,” saran pemotor Agus sembari mendorong motornya yang mogok.

Banjir setinggi satu meter, juga memaksa sebagian pengendara berbalik arah dan memilih jalan lain. Di lokasi ini, banjir terjadi lantaran saluran air ke parit utama terlalu kecil dan tak menampung debit air yang cukup besar.

Jalan Gurindam juga tak luput diterjang banjir, air di jalan ini bahkan bermuara di Taman Kolam Batamcenter.

Sementara itu, upaya normalisasi saluran air (drainase) yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam di sepanjang ruas Jalan R Suprapto, Sabtu (19/11/2016) lalu, juga belum berbuah hasil. Pasalnya di lokasi itu banjir masih terjadi.

Titik banjir di sepanjang jalan tersebut terdapat di depan Perumahan Nusa Batam, Perumahan Buana Raya (simpang RSUD EF), di Komplek Perumahan Pasar Melayu (di depan Ruko Waheng Center), dan di depan SPBU Simpang Basecamp.

Ketingian air di tempat tersebut beragam dari mulai 10-70 centi meter. Akibatnya aktivitas warga dan pengguna jalan menjadi terganggu. Bahkan puluhan rumah di komplek Pasar melayu pun ikut terendam. “Lebih dari 10 rumah terendam,” kata Sigit warga Pasar Melayu.

Sigit mengatakan, jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Tidak butuh waktu lama kurang dari satu jam, rumah warga menjadi terendam banjir dengan ketinggian mencapai 7 cm.

“Kalau nggak kerja bisa jaga barang. Kalau waktu kerja susah basah bisa basah semuanya,” kata Sigit.

Awal menempati rumah di tempat tersebut sejak 2007, banjir belum begitu parah hanya sebatas mata kaki. Kini banjir bisa mencapai 70 cm. “Kejadian itu mulai terjadi 2010 lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, Rozi warga Buana Raya mengatakan, memang jalan di depan Perumahan mereka kerap terendam banjir ketika hujan. “Air berasa dari luapan drainase,” kata Rozi.

Meski begitu, kata Rozi upaya normalisasi dengan cara goro telah dilakukan pemerintah. Namun belum juga bisa teratasi permasalahan banjir. “Sabtu (kamarin) ada goro bersihkan drainase,” tuturnya.

Penyebab banjir di lokasi tersebut berasal dari luapan air dari saluran air yang tidak mampu lagi menampung banyaknya debit air yang masuk kesaluran air, sehingga mengakibatkan luapan hingga ke badan jalan. (cr13/cr14)

Respon Anda?

komentar