BPKP Dukung PLN Batam Lakukan Penyesuaian Tarif

382
Pesona Indonesia
Sejumlah teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Sejumlah teknisi menggesa pembangunan travo Gardu Induk (GI) Air Raja di PLTD Air Raja Tanjungpinang, Senin (25/7). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Melihat kondisi keuangan PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam yang terus memburuk dalam dua tahun terakhir, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri mendukung pada PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam untuk menyesuaikan tarif.

“Kalau tak ada penyesuaian, kinerja perusahaan (PLN Batam) akan terganggu,” kata Kepala BPKP Kepri, Panijo kepada Batam Pos belum lama ini.

Menurut Panijo, kondisi keuangan PLN diketahuinya saat presentase awal November 2016 lalu. “Presentase tersebut tindak lanjut atas pertemuan di Pemprov Kepri,” bebernya lagi.

Hasil auditor publik sekelas Price Waterhouse Coopers (PWC) menyebutkan, keuangan PLN Batam minus Rp26 Miliar tidak perlu diragukan lagi. Meskipun BPKP belum melakukan audit.

“Bila pemerintah meminta kita melakukan audit untuk second opnion, kita siap,” ungkapnya lagi.

Dalam kesempatan itu, pihak BPKP diberikan gambaran tentang kondisi keuangan PLN Batam.

“PLN harus melakukan penyesuaian, pandangan kami ini dituangkan dalam notulen rapat,” bebernya lagi.

Bila tidak ada penyesuaian tarif, anak perusahaan PLN Persero akan terus merugi.
Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin bernasib seperti saudaranya di PLN Tarakan.

“Karenanya, kami memaklumi keinginan PLN Batam,” kata mantan Kepala BPKP Provinsi Riau ini.

Seperti Tarakan, pengelolaan listrik di sana sudah diambil alih PLN Persero. “Bila hal ini terjadi di Batam, pengelolaannya tidak mandiri dan dinamis seperti sekarang ini,” ungkapnya lagi.

Karena, seluruh kebijakan PLN Persero lanjut Panijo akan bergantung kepada pemerintah pusat.

“Dikit-dikit nunggu pusat, permasalahan di daerah takan bisa diselesaikan di daerah seperti saat ini,” katanya.

Karenanya, Panijo berharap penyesuaian tarif listrik dapat segera direalisasikan. Sehingga kehandalan listrik di Batam tidak terganggu. Apalagi penyesuaian tarif yang diminta PLN Batam tak melebihi tarif yang diterapkan PLN persero. Penyesuaian yang diajukan sesuai dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) bright PLN Batam.

Terkait adanya tudingan PLN tidak mau membuka laporan keuangan, pihaknya tidak mengalami itu. Sebaliknya, lembaga yang di pimpinnya itu mendapatkan penjelasan secara gamblang. “Mungkin pihak terkait saja yang diberikan,” ungkapnya.

Karena anak perusahaan tersebut dibatasi oleh UU Perseroan Terbatas (PT), dimana laporan keuangannya tidak bisa diberikan sembarangan. “Karena mereka (PLN) bukan perusahaan publik,” ungkapnya.

PLN Batam sambung Panijo juga berbeda dengan Perusda dan BUMN,  bila mereka mengalami kerugian bisa disuntik dari APBD atau APBN. “PLN Batam tidak ada subsidi,” ungkapnya.

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri. Foto: istimewa
Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri. Foto: istimewa

Terpisah, Sekretaris Perusahaan (Sekper) PLN Batam, Samsul Bahri menyebutkan, akibat menjual listrik di bawah BPP keuangan PLN Batam kian memburuk. Keuntungan yang sebelumnya didapat untuk investasi terus tergerus untuk membeli bahan baku primer yang harus dikeluarkan sebesar 6 juta US Dolar atau sekitar Rp70 miliar perbulan. Angka itu, di luar gaji serta operasional PLN Batam. Penghematan PLN Batam di segala sektor tak membantu keuangan secara signifikan.

Bila tak disikapi dengan bijak, di khawatirkan mengganggu keandalan listrik bright PLN Batam. “Kalau tak ada uang (untuk beli bahan baku), mesin tak bisa beroperasi. Ada pembangkit juga sama aja bohong,” bebernya.

Karenanya, pria asli tempatan ini mengharapkan DPRD serta instansi terkait memahami PLN Batam yang berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Secepatnya merealisasikan penyesuaian tarif listrik yang diajukan PLN, agar pasokan listrik tetap terjamin.

“Ini untuk kepentingan hajat hidup orang banyak, kita berikan untuk kepentingan masyarakat,” beber pria yang lahir di Batu Besar, Nongsa ini.

Menurutnya, berbicara listrik bukan hanya hari ini, tapi jangka panjang. Bisa berinvestasi serta menjawab pertumbuhan pelanggan, sehingga seluruh masyarakat di Kepri bisa merasakan kehandalan listrik Batam.

Menurutnya, PLN Batam bukan hanya melayani Kota Batam, namun sudah masuk ke Pulau-Pulau. Seprti belakang padang, serta berencana mengembangkan listrik di Pulau Rempang dan Galang.

Begitupun wilayah Tanjungpinang dan Bintan, daerah yang seharusnya nya menjadi wilayah kerja Persero sudah dihandle oleh PLN Batam. Kini daerah yang listriknya sering byarpet tersebt sudah mulai berangsur membaik.

Daftar tunggu pelanggan sudah bisa diselesaikan oleh bright PLN Batam. Pasca interkoneksi listrik Batam Bintan, pertumbuhan Pelanggan bertambah pesat. Dalam sebulan, beban listrik di Tanjungpinang dan Bintan bertambah 25 Mega Watt, dari 40 MW menjadi 65 MW. (hgt/bp)

Respon Anda?

komentar