Kereta Api Keluar Jalur, 100 Nyawa Melayang

186
Pesona Indonesia
Tim penyelamat berusaha mengevakuasi korban kecelakaan kereta api di Pukhrayan, wilayah selatan Kota Kapur, India. Foto: Jitendra Prakash/reuters
Tim penyelamat berusaha mengevakuasi korban kecelakaan kereta api di Pukhrayan, wilayah selatan Kota Kapur, India. Foto: Jitendra Prakash/reuters

batampos.co.id – Kecelakaan maut merenggut lebih dari 100 nyawa di India, Minggu (20/11/2016). Kereta api Indore-Patna Express keluar jalur di dekat Kota Kanpur, Uttar Pradesh. Kereta yang membawa 14 gerbong tersebut akhirnya terguling. Sekitar 150 orang juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Kecelakaan nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Saat itu mayoritas penumpang masih tertidur. Medan yang sulit membuat proses evakuasi sulit. Hingga kemarin sore, tim penyelamat masih berjuang untuk mengeluarkan orang-orang yang terjebak di dalam kereta. Tidak tertutup kemungkinan jumlah korban bisa bertambah.

Kecelakaan tersebut merupakan yang terburuk sejak kecelakaan kereta di West Bengal pada 2010. Saat itu dua kereta bertabrakan sehingga mengakibatkan 146 orang tewas dan 200 orang luka-luka.

’’Kami menggunakan segala cara untuk menyelamatkan nyawa penumpang. Tapi, untuk memotong besi gerbong kereta sangatlah sulit,’’ ujar pejabat senior perkeretaapian India Pratap Rai. Dalam siaran televisi, tampak para petugas berusaha menggunakan berbagai alat untuk memotong gerbong.

Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Salah seorang penumpang selamat, Satish Kumar, mengungkapkan bahwa saat kejadian, kereta berjalan dengan kecepatan normal. Namun, sesaat sebelum kejadian, kereta berhenti tiba-tiba. Kereta nahas itu berjalan lagi sebelum akhirnya tergelincir ke luar jalur.

Banyak penumpang yang kehilangan keluarga yang bepergian bersama mereka. Salah satunya Ruby Gupta.

’’Saya tidak bisa menemukan ayah saya dan saya telah mencari ke mana-mana,’’ kata perempuan 20 tahun yang bakal menikah pada 1 Desember tersebut. Tangan Gupta retak. Sedangkan saudara-saudara yang lain mengalami luka ringan.

Terpisah, Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan rasa duka citanya atas kecelakaan lewat cuitan di Twitter. Modi menjelaskan, dirinya telah berbicara dengan Menteri Perkeretaapian India Suresh Prabhu untuk mengetahui kejadian tersebut secara terperinci.

Sama seperti Modi, Prabhu juga memberikan pernyataan lewat akun Twitter. Dia menegaskan, akan diambil langkah tegas bagi siapa pun yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

’’Penyelidikan kecelakaan ini akan dimulai secepatnya dan kompensasi akan dibayarkan kepada penumpang yang meninggal maupun terluka,’’ tulis Prabhu. (AFP/BBC/sha/c19/fat/jpg)

Respon Anda?

komentar