Tim WFQR Lantamal IV Bongkar Sindikat Pencurian Kabel Bawah Laut di Bintan

526
Pesona Indonesia
Tim WFQR Western Fleet Quick Response Satkamla Lantamal IV berhasil menggagalkan aksi pencurian kabel bawah laut di daerah Pulau Bintan, Minggu malam (20/11/2016).
Tim WFQR Western Fleet Quick Response Satkamla Lantamal IV berhasil menggagalkan aksi pencurian kabel bawah laut di daerah Pulau Bintan, Minggu malam (20/11/2016). Foto: Dispen Lantamal IV

batampos.co.id – Tim WFQR Western Fleet Quick Response Satkamla Lantamal IV berhasil membongkar aksi pencurian kabel bawah laut di daerah Pulau Bintan, setelah sekian lama diintai oleh Tim WFQR-IV, Minggu (20/11/2016).

Kepala Dispen Lantamal IV, Mayor Laut (KH) Drs. Josdy Damopolii mengatakan, berbekal informasi yang didapat, tim WFQR 4 pada pukul 23.00 WIB bergerak menyusuri arah masuk alur sungai menggunakan Patkamla Rempang dan melaksanakan penyekatan masuk Sungai Sei Telop Batu 23, tepat di belakang Gardu Induk PLTU.
 
Selanjutnya sekitar Pukul 02.40 WIB tim WFQR 4 menggunakan Searider dan Speed Pos Angkatan Laut Kijang saat didepan muara Sei Telop melaksanakan penyisiran alur sungai sejauh 1.5 Nautical Mile dari mulut alur dengan kedalaman 1 meter menuju pasang (Pasang tertinggi pukul 05.00 WIB) dengan lebar sungai kurang lebih 5 meter.
 
Sedangkan tim WFQR yang lain bergerak terus mengintai di tengah pekatnya malam hingga pukul 03.20 WIB dan berhasil ditemukan barang bukti kabel laut yang sudah berupa besi dan tembaga yang sudah dikupas dengan berat ditaksir kurang lebih 20 ton.
“Di tempat tersebut kami juga menemukan sebuah sepeda motor merk Supra dan 2 buah golok milik pelaku yang tertinggal,” ujar Josdy.
 
Menurutnya, sampai saat ini tim WFQR Satkamla Lantamal IV masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri masuk ke dalam hutan bakau yang lebat.
Dengan berbekal beberapa barang bukti yang tertinggal tim WFQR telah mengantongi identitas para pelaku pencurian kabel bawa laut yang berada di Pulau Bintan.
 
Danlantamal IV
Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan. Foto: Dispen Lantamal IV

Menurut Danlantamal IV Laksma TNI S. Irawan aksi pencurian kabel bawa laut oleh sindikat ini sangat terorganisir dan melibatkan beberapa kelompok. “Pencurian ini sangat merugikan negara dan bahkan pelaku-pelaku ini bisa dikatakan penghambat pembangunan yang ada di Kepulauan Riau,”ujar Irawan.

 
Danlantamal IV mengakui dari jumlah kurang lebih 20 ton kabel bawah laut ini yang berhasil disita memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena mempunyai kandungan tembaga dan besi yang harganya cukup fantastis.
“Kita juga akan bekerja sama dengan Kepolisian untuk mengungkap siapa penada barang-barang ini,” ujarnya.
 
Irawan dan jajarannya bertekad memberantas tindak pencurian kabel bawah laut di Kepri.
Irawan mengingatkan pemerintah daerah juga harus berperan aktif membina masyarakat memberikan solusi lapangan kerja.
“Kalau kita analisa, aksi pencurian ini disebabkan faktor ekonomi dan cara mudah mendapatkan uang,”  Jelas Irawan. (Dispen Lantamal IV/nur).
 
                                       

Respon Anda?

komentar