Jelang Aksi Damai Bela Islam III, Ini Seruan Panglima TNI

443
Pesona Indonesia
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai kegiatan video confrence dengan para Kapolda dan Pangkotama seluruh Indonesia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). FOTO: Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai kegiatan video confrence dengan para Kapolda dan Pangkotama seluruh Indonesia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016). FOTO: Puspen TNI

batampos.co.id – Rencana unjuk rasa 2 Desember 2016, TNI siap menciptakan rasa aman dan melindungi seluruh masyarakat Indonesia.

“Prajurit TNI-Polri siap memberikan rasa aman dan melindungi masyarakat terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi dari efek demonstrasi yang dimanfaatkan atau dapat berubah menjadi anarkis,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian usai melaksanakan kegiatan video confrence dengan para Kapolda dan Pangkotama seluruh Indonesia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).

Panglima TNI mengatakan semua prajurit bertugas untuk melindungi masyarakat dan mengamankan tempat-tempat objek vital strategis. Namun, apabila dalam aksi demontrasi yang berlanjut dengan aksi penjarahan, maka TNI-Polri dan masyarakat untuk tidak ragu-ragu melakukan tindakan pencegahan.

“Apabila demonstrasi menjadi anarkistis dan menjurus kepada tindakan makar, maka itu bukan urusan Kepolisian saja tapi TNI juga wajib bertindak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jenderal Gatot mengingatkan aparat Intelijen TNI dan Polri harus selalu berkoodinasi untuk melihat, mencari dan menemukan siapapun yang mengajak berdemo baik sutradara maupun aktornya.

“Identifikasi dan yakinkan betul yang bersangkutan ikut sampai demo selesai, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka yang bertanggung jawab,” ujarnya.

“Saya sudah perintahkan para Pangkotama TNI menyiapkan prajurit-prajuritnya untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi, guna menciptakan rasa aman kepada masyarakat dan tetap melakukan aktifitas,” tegas Panglima lagi.

Menurutnya, aksi unjuk rasa ini tidak boleh terjadi berlarut-larut, sehingga menghambat masyarakat untuk beraktifitas dan hidup tenang.

“Kita semua harus bersama-sama sepakat, bahwa bangsa Indonesia sedang membangun, jangan karena sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab membuat masyarakat tidak tenang,” ujarnya.(fri/jpnn)

Respon Anda?

komentar