Kegiatan Docking MT Nona Tang II Diduga Ilegal

411
Pesona Indonesia
Kapal tangker MT. NONA TANG II yang terbakar di Pelabuhan 99, Batuampar, Rabu (16/11/2016) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Kapal tangker MT. NONA TANG II yang terbakar di Pelabuhan 99, Batuampar, Rabu (16/11/2016) lalu. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Bersandarnya MT Nona Tang II untuk proses perbaikan (docking) di Pelabuhan Bintang 99 diduga ilegal. Sebab, pelabuhan tersebut hanya mengantongi izin bongkar muat barang berupa pasir dan granit.

“Tidak ada untuk pengelasan,” ujar Kepala Kantor Pelaksana Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Batam, Bambang Gunawan, Senin (21/11/2016).

Dia menjelaskan pelabuhan tersebut masih dalam pengurusan oleh pihak PT Bintang 99 Persada. Pelabuhan ini diduga milik seorang pengusaha bernisial Ak.

“Izin pelabuhan situ sedang diurus dan dibangun untuk pengembangan pelabuhan umum. Belum selesai pembangunannya. Kalau pemilik kapal masih dicari,” terang Bambang.

Bambang menegaskan pihaknya sudah mengingatkan seluruh pelabuhan yang belum diberikan izin untuk tidak melakukan aktivitas docking. Oleh karena itu, aktivitas di Pelabuhan Bintang 99 tersebut dinyatakan ilegal.

“Ini namanya sudah nyolong (ilegal). Saya sudah ingatkan semua pelabuhan yang belum di-approve tidak boleh melakukan kegiatan apapun, termasuk docking,” tegasnya.

Bambang mengaku akan meninjau kembali perizinan yang sudah diajukan PT Bintang 99 tersebut. Sementara, kapal tersebut sudah mengantongi izin gerak atau izin pelayaran.

“Izinnya akan kita tinjau lagi. Memang kapal itu bergerak dari Jakarta ke Batam dulu,” terangnya.

Dia juga mengaku tak mengetahui muatan yang diangkut kapal dengan jumlah ABK 11 orang tersebut. Menurutnya, muatan kapal hanya diketahui dan wewenang pihak Bea dan Cukai.

“Kalau soal muatan kami tidak ikut campur, itu ke Bea Cukai saja. Kami hanya bagian safety dan sekuritinya,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Nona Tang II meledak dan terbakar di Pelabuhan Bintang 99, Rabu (16/11). Ledakan ini disebabkan adanya aktivitas docking di pelabuhan.

Dalam ledakan itu, satu pekerja dari CV Roda Mas tewas dan dua lainnya terluka. Sementara satu ABK terluka. (ska/san/opi)

Respon Anda?

komentar