Kelebihan Beban, Jembatan Penghubung di Pantai Tanjung Patah

408
Pesona Indonesia
Jembatan pengubung Kecamatan Bunguran timur laut di lokasi wisata Pantai Tanjung, patah. Foto: aulia rahman/batampos
Jembatan pengubung Kecamatan Bunguran timur laut di lokasi wisata Pantai Tanjung, patah. Foto: aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Jembatan penghubung antar Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Bunguran Timur di kawasan wisata pantai Tanjung, patah.

Penyebabnya diduga kelebihan beban kendaraan berat yang lalu lalang saat TNI AD  latihan tempur di Teluk Buton.

Saat ini  jembatan jembatan beton menuju wisata pantai Tanjung tersebut dipasangi plang, membatasi kendaraan melintas agar tidak membawa beban berlebihan. Meski masih bisa dilewati kendaraan.

Pantauan koran ini, untuk menghindari terjadinya kecelakaan, sebagian badan jembatan di pasangi batang kelapa oleh personel TNI, namun kendaraan  melintas tidak boleh melebihi dari beban 6 ton.

Kepala Penerangan Korem 033/ Wira Pratama, Mayor Abdul Sipahutar mengatakan, perbaikan kerusakan jembatan tersebut sudah dikoorsinasi Kodim Natuna dengan instansi terkait (Dinas  PU,red).

“Sedang dikoordinasikan, mudah mudahan secepatnya perbaikan jembatan direalisasikan,” kata Kapenrem, Senin (21/11/2016).

Camat Bunguran Timur Laut Ahmad mrngatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah agar kerusakan jembatan secepatnya diperbaiki. Mengingat jembatan tersebut ramai digunakan masyarakat, terutama pada hari libur yang akan berkiburan di pantai Tanjung.

“Jembatan pengubung yang patah itu, dibangun Pemerintah Provinsi beberapa tahun lalu, semoga cepat diperbaiki, kami kawatir jembatan ambruk dan menelan korban,” kata Ahmad.

Seperti diketahui, konstruksi infstruktur jalan dan jembatan di Natuna tidak dibangun menahan beban besar. Untuk jalan saja, kapasitan beban hanya 20 ton. (arn)

Respon Anda?

komentar