Sabu Senilai 4 Miliar Rupiah Disita

381
Pesona Indonesia
Tim Opsnal Direktorat Reserse Polda Jambi dan Polres Muarojambi, berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 2 Kg. Seorang perempuan berinisial ER (30) Ibu Rumah Tangga (IRT) di amankan polda jambi, Kurir yang merupakan warga Kabupaten Bireuen Aceh Utara.FOTO: M RIDWAN-JAMBI EKSPRES
Tim Opsnal Direktorat Reserse Polda Jambi dan Polres Muarojambi, berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 2 Kg. Seorang perempuan berinisial ER (30) Ibu Rumah Tangga (IRT) di amankan polda jambi, Kurir yang merupakan warga Kabupaten Bireuen Aceh Utara.FOTO: M RIDWAN-JAMBI EKSPRES

batampos.co.id – Tim Opsnal Direktorat Reserse Polda Jambi dan Polres Muarojambi, berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 2 Kg, Sabtu (19/11/2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Jika dirupiahkan, nilai sabu mencapai Rp 4 miliar.

Barang haram yang dikemas dalam dua paket besar ini diamankan dari seorang perempuan berinisial ER (30) Ibu Rumah Tangga (IRT). Kurir yang merupakan warga Kabupaten Bireuen Aceh Utara, ini diamankan dari dalam bus Putra Pelangi BL 7339 AK di Bukit Baling KM 32, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, tepatnya di depan Polrea Muarojambi.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Yazid Fanani, saat press release di lobi utama Mapolda Jambi, Senin (21/11/2016) mengatakan, tersangka merupakan sindikat narkoba jaringan internasional. Barang bukti yang diamankan merupakan sabu dari Tiongkok kualitas terbaik.

“Ini kualitas super. Satu kilogram nilainya dua miliar rupiah. Ini dua kilogram. Jadi empat miliar,” ujar Brigjen Pol Yazid Fanani, kepada wartawan.

Lebih lanjut Jenderal Polisi bintang satu ini menjelaskan, sabu dibawa dari luar negeri dan transit di Aceh menuju Medan. Kemudian akan dibawa ke Lampung melalui jalur darat. Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan.

Di depan Polres Muarojambi, mobil yang ditumpangi tersangka langsung diberhentikan. Saat itu tersangka duduk si bangku pinggir. Saat digeledah, ditemukan dua paket besar narkotika jenis sabu di dalam tas hitam merk Long Time.

“Sabu dikemas di dalam bungkusan teh dengan tulisan China. Jadi seolah-olah teh. Tapi isinya sabu,” jelasnya.

“Sabunya tidak sempat diedarkan. Kalau sempat diedarkan, satu gram bisa dikonsumsi 10 orang. Barang bukti dua kilogram. Kami menyelamatkan dua ribu calon pengguna,” tambahnya.

Dari informasi yang dihimpun, sabu yang dibawa tersangka merupakan sabu cair yang sudah dibekukan. Sabu murni ini dibawa dari Tiongkok. Tersangka merupakan kurir untuk diberikan kepada salah satu bandar yang berada di Lampung. Untuk satu kilogram, tersangka diupah sepuluh juta rupiah.

“Jadi dua kilogram, dua puluh juta rupiah. Uang akan diberikan setelah barang diterima oleh pemesan,” kata sumber terpercaya di Mapolda Jambi.

Modus tersangka dengan mengemas sabu tersebut ke dalam kemasan teh berwarna kuning emas dengan merk china. Tidak hanya itu, tersangka juga ingin mengelabui petugas dengan membawa anak laki-laki berusia dua tahun. Jadi seolah-olah tersangka ini penumpang biasa.

Menurutnya, setelah tiba di Lampung, sabu yang dibekukan itu akan dicairkan kembali dan dicampur dengan bahan lain. Nah, beratnya setelah dicampur akan menjadi lima kilogram. Saat ini, kasus ini dikembangkan.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal penjara seumur hidup. (pds/jpgroup)

Respon Anda?

komentar