Tanjungpinang Etalase Pariwisata Kepri

493
Pesona Indonesia
Pompong milik masyarakat melintas di antara yacht yang labuh jangkar di perairan Pelantar I Tanjungpinang belum lama ini. Kini Tanjungpinang dicitakan sebagai etalase pariwisata Kepri.  Foto: Fara Verwey/Batam Pos
Pompong milik masyarakat melintas di antara yacht yang labuh jangkar di perairan Pelantar I Tanjungpinang belum lama ini. Kini Tanjungpinang dicitakan sebagai etalase pariwisata Kepri. Foto: Fara Verwey/Batam Pos

batampos.co.id – Konsen menjadikan Kepri sebagai gerbang utama wisata bahari sudah tepat. Apalagi 96 persen wilayahnya laut.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar bertekad menjadikan ibu kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang sebagai etalase bagi provinsi yang memiliki tujuh kabupaten/kota ini.

Kadis yang baru saja dilantik di awal pemerintahan gubernur Nurdin ini, meyakini bahwa Tanjungpinang memadai untuk memberikan gambaran awal bagi enam kabupaten dan kota lainnya.

Harapnya, dengan mengunjungi Tanjungpinang wisatawan mencanegara maupun nusantara dapat terikat dengan kesan pertama yang dimiliki Kepulauan berciri khas Melayu ini.

“Harus disadari, akses menuju kabupaten Anambas, Natuna atau Lingga misalnya, tak semudah ke kota lainnya. Jadi, dibutuhkan pengingat agar timbul daya tarik untuk akhirnya mengunjungi kabupaten-kabupaten indah yang kita miliki,” terang Buralimar saat dijumpai belum lama ini.

Menjadikan etalase ini sendiri, diterjemahkan Buralimar dengan menyediakan segala gambaran yang bisa didapatkan dengan berlibur di kota Batam, kabupaten Natuna, Anambas, Karimun, Bintan dan Lingga.

Menjabarkan segala lokasi liburan maupun hiburan, wisata kuliner, budaya, ciri khas daerah dan lain sebagainya, lengkap dengan informasi yang diperlukan wisatawan yang berencana melakukan kunjungan.

Memilih Tanjungpinang, Buralimar memaparkan adanya beberapa pertimbangan yang telah difikirkan matang-matang sebelumnya. Dimana salah satu keinginan utama untuk memperkenalkan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri. Berhubung, hingga saat ini masih ditemui kekeliruan di wisatawan nusantara utamanya, yang berfikir Batam lah yang merupakan ibu kota provinsi.

“Jangankan itu, berkali-kali juga terdengar kekeliruan penyebutan antara Tanjungpinang atau Pangkal Pinang dan juga provinsi Riau dan Kepulauan Riau,” lanjut dia.

Buralimar juga menjelaskan, bahwa sejak terjadinya kekeliruan penyebutan Provinsi, Menteri Pariwisata juga menyarankan agar mulai saat ini, lebih baik untuk mendengungkan Provinsi Kepri, alih-alih menyebutkan Kepulauan Riau.

“Bagi mereka tentunya menjadi kebingungan tersendiri. Maka itu, dengan membawa Tanjungpinang sebagai etalase pariwisata Kepri ini, merupakan salah satu alternatif peningkatan masuknya wisman dan wisnus,” pungkasnya. (aya/bp)

Respon Anda?

komentar