Habib Rizieq Ancam Penjarakan Presiden dan Kapolri Jika Larang Demo 212

2548
Pesona Indonesia
Habib Rizieq saat memimpin aksi damai atas dugaan penistaan Alquran oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Foto: JPG
Habib Rizieq saat memimpin aksi damai atas dugaan penistaan Alquran oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Foto: JPG

batampos.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, mengancam akan memenjarakan Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian bila melarang digelarnya aksi Bela Islam III 2 Desember 2016 mendatang.

Rizieq mengatakan, 2 Desember adalah unjuk rasa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998. Selain itu dalam Pasal 18 ayat 1 juga disebutkan, barang siapa menghalangi atau menghadang yaitu dengan kekerasan suatu unjuk rasa yang dilindungi Undang-Undang dipidana satu tahun penjara.

“Jadi kalau Presiden atau Kapolri mencoba untuk halangi suatu unjuk rasa yang sudah dilindungi undang-undang tersebut, maka beliau bisa dipidana satu tahun penjara,” tegas Rizieq, Rabu (23/11).

Rizieq menjelaskan, demo 212 atau Aksi Belas Islam III tetap sama dengan aksi sebelumnya yakni menginginkan agar Ahok ditahan karena telah menistakan agama.

“Jadi aksi 212 konstitusional dengan tujuan penegakan hukum sehingga kami minta semua pihak seluruh pihak Presiden dan seluruh jajarannya untuk hargai konstotusi,” tandasnya. (yud/pst)

Respon Anda?

komentar