Kuwait Belajar FTZ Ke Batam

352
Pesona Indonesia

kuwaitbatampos.co.id – Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Abdul Wahab Abdullah Al Sager berkunjung ke Badan Pengusahaan (BP) Batam, kemarin (22/11). Negara kaya minyak dari timur tengah ini ingin mempelajari konsep Free Trade Zone (FTZ) untuk diterapkan disana.

“Kuwait akan kembangkan Pulau Bubiyan dan pelabuhan Mubarak Al-Kabir sebagai kawasan industri yang menganut FTZ. Sehingga perlu belajar ke Batam,” ujar Wahab saat memberikan keterangan kepada media di Gedung Marketing BP Batam.

Wahab datang memenuhi undangan BP Batam yang juga ingin mempromosikan Batam sebagai lokasi investasi yang kondusif.

“Kami juga ingin tahu insentif apa yang diberikan untuk membuat investor datang. Intinya berbagi pengalaman,” jelas Wahab.

Sebelum ke BP Batam, Wahab telah mengunjungi sejumlah lokasi industri seperti ke perusahaan Mc Dermott di Batuampar. Dubes Kuwait ini juga telah melihat pelabuhan Batuampar.

Wahab juga tidak menampik bahwa ada kemungkinan Kuwait akan menanamkam modal untuk berinvestasi di Batam.

“Ada tiga kemungkinan tiga lembaga bekerjasama dengan Batam, yakni pelabuhan di Kuwait, kemudian otorita investasi Kuwait, dan otorita publik untuk industri Kuwait,” jelasnya.

Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami yang menyambut kedatangan Dubes Kuwait mengatakan konsep FTZ mengedepankan kemudahan bagi para investor dengan memberikan insentif.”Insentif yang diberikan seperti bebas pajak impor, pajak PPN, dan semacam tax holiday yang bisa diberikan atas permintaan investor,” ungkapnya.

Selain insentif, sistem perizinan Izin Investasi 3 Jam (i23J) dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK) juga bertujuan untuk menarik investor masuk ke Batam.”Termasuk juga proses perizinan yang cepat untuk pengurusan visa pekerja dan boleh menggunakan tenaga kerja asing,” jelasnya.

Pada tahun 2015, total investasi masuk ke Batam capai 474 juta Dollar Amerika dan ada 750 perusahaan asing yang masuk ke Batam.

“Ini merupakan langkah baru untuk Batam dan Kuwait. Kuwait merupakan salah satu negara dengan pendapatan tertinggi di dunia dan punya potensi tinggi untuk bekerjasama dengan Batam,” tutup Gusmardi. (leo)

Respon Anda?

komentar