UMK Tertinggi Nasional, Perusahaan di Karawang Ancam PHK

5061
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Setelah Kabupaten Karawang ditetapkan sebagai daerah yang Upah Minimum Kabupaten (UMK) tertinggi se-Indonesia, beberapa perusahaan mulai mengambil langkah pengurangan tenaga kerja untuk mengimbangi naiknya budget pengupahan di tahun 2017 nanti.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Senin (21/11) menetapkan kenaikan UMK Kabupaten Karawang Rp 3,6 juta. Sejumlah perusahaan di Karawang, khususnya sektor tekstil, sandang dan kulit (TSK) berdampak karena mempekerjakan banyak tenaga manusia.

Buktinya, PT. Besco sudah merencanakan untuk melakukan pengurangan ratusan karyawan. Pengurangan ini terpaksa dilakukan untuk menekan biaya operasional perusahaan akibat kenaikan UMK Karawang yang kembali tertinggi nasional.

General Manager PT. Besco, Asep Agustian mengungkapkan, perusahaan tidak memiliki solusi lain untuk menekan kenaikan biaya operasional akibat kenaikan UMK. Solusi yang tepat dan efektif adalah dengan melakukan pengurangan karyawan, meski hal tersebut merupakan pilihan sulit bagi managemen perusahaan.

“Saya tidak tahu persis berapa jumlah karyawan yang akan dirumahkan karena kita masih melakukan hitung-hitungan. Tapi yang pasti jumlahnya mencapai ratusan karyawan dan tidak akan sampai seribu orang. Tapi kalau kondisinya tidak kondusif bisa saja bertambah,” kata Asep, Selasa (22/11).

Asep menyebutkan, pemerintah jangan terlena dengan predikat Karawang sebagai daerah paling tinggi dalam menetapkan UMK di Indonesia. Karena, meski satu sisi ini merupakan kabar baik buat kalangan buruh, namun di sisi lain iklim investasi akan terganggu.

Dampak kenaikan UMK ini sangat dirasakan oleh perusahaan yang bergerak di sektor TSK dan secara pasti mereka akan merespon kenaikan ini.

“Masih lebih baik kalau perusahaan melakukan pengurangan karyawan, nah kalau mereka pergi atau malah menutup usahanya gimana?” timpalnya.

Menurutnya, perusahaan yang bergerak di sektor TSK merekrut karyawan tidak sedikit, bahkan bisa mencapai 10 ribu lebih. Jika kenaikan UMK terjadi setiap tahun perusahaan mana yang mampu bertahan di Karawang dengan UMK tertinggi. Dia meyakini ada perusahaan lain yang akan mengikuti langkah PT. Besco.

“Yang ekstrim itu kalau mereka memutuskan untuk hengkang dari Karawang, dan hal ini pastinya akan merugikan Karawang juga,” katanya.

Asep mengatakan, perusahaan yang memproduksi sepatu ini tidak akan mengikuti himbauan dari pemerintah daerah agar mengajukan penangguhan UMK kepada perusahaan yang keberatan dengan kenaikan UMK ini. Menurutnya, perusahaannya patuh dengan kebijakan pemerintah, meski tidak setuju.

“Iya kalau sudah menjadi produk hukum kita akan patuh mengikuti kebijakan tersebut. Keberatan kami salurkan dengan cara melakukan pengurangan kerja,” paparnya. (aef/din/yuz/JPG)

Respon Anda?

komentar