Berkas Kasus Penistaan Alquran Ahok Dilimpahkan ke Kejaksaan Jumat Besok

237
Pesona Indonesia
Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Foto: Miftahul Hayat/jawapos
Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto. Foto: Miftahul Hayat/jawapos

batampos.co.id – Berkas perkara kasus penodaan agama yang menjerat gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan segera dilimpahkan.

Bareskrim Mabes Polri sudah menyelesaikan 70 persen berkas tersebut. Pelimpahan berkas tahap pertama ke kejaksaan rencananya akan dilakukan Jumat (25/11/2016).

”Kami maksimalkan kalau hanya keterangan-keterangan ahli yang diminta pelapor,” ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, Rabu (23/11/2016).

Rencana pelimpahan itu lebih cepat dari target kepolisian sebelumnya. Ari Dono mengatakan, sebanyak 27 saksi sudah dipanggil untuk menyempurnakan berkas perkara Ahok.

Kemarin Rizieq Shihab dan beberapa saksi tambahan dari pihak pelapor diperiksa di kantor Bareskrim yang menempati gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Rizieq diperiksa sebagai ahli yang diminta pelapor.

”Sisanya (saksi) tinggal perkembangan nanti,” jelasnya.

Mantan Kapolda Sulawesi Tengah ini mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan agung (kejagung) terkait pelimpahan berkas. Upaya itu dilakukan agar proses pelimpahan dapat dipastikan lengkap.

”Kami harapkan langsung P21 (lengkap, Red), sehingga tidak ada pulang pergi (bolak balik penyidik ke kejaksaan),” janjinya.

Rizieq Shihab mengatakan pihaknya kemarin membawa sejumlah bukti tambahan saat diperiksa. Bukti tersebut menindaklanjuti hasil gelar perkara kasus penodaan agama di Mabes Polri pekan lalu.

”Ada materi-materi yang saya lihat memang harus dilengkapi, termasuk penyertaan bukti-bukti yang juga harus disempurnakan,” tuturnya tanpa menyebutkan apa bukti tambahan yang dimaksud.

Disisi lain, Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung) Muhammad Rum menyatakan kejaksaan pasti menerima pelimpahan berkas kasus Ahok dari kepolisian. Karena sudah seperti itu SOP-nya agar segera ditindaklanjuti dengan proses penuntutan dan pengadilan.

Karena itu, dia menyatakan bahwa kejaksaan tidak pernah merasa khawatir akan menjadi sasaran kritik masyarakat terkait proses hukum kasus Ahok.

“Ini bukan bola panas dari kepolisian. Ya ini sudah aturannya seperti itu, pelimpahan berkas memangnya mau kemana lagi. Jadi kami terima saja,” kata Rum saat ditemui di Rapat Kerja Kejaksaan RI Tahun 2016 di Hotel Novotel Bogor, Jawa Barat (Jabar), kemarin.
(tyo/dod/jun)

Respon Anda?

komentar