Pak Presiden, Lingga Fokus Kembangkan Segitiga Emas

443
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemerintah kabupaten Lingga gagas program pembangunan baru Segi Tiga Emas di usia ke 13 kabupaten Lingga. Tiga sektor unggulan yang diyakini mampu menjadi pundi-pundi keuangan daerah serta kesejahteraan masyarakat semakin difokuskan.

Segituga emas itu ialah

  1. sektor pertanian,
  2. sektor perikanan
  3. sektor pariwisata.

Untuk bidang perikanan, Bupati Lingga Alias Wello langsung kunjungi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta untuk meminta dukungan dan kerjasama dari pemerintah pusat.

Dalam kunjungan tersebut, angin segar dari KKP siap membatu pemkab Lingga di sektor perikanan budidaya. Hal tersebut disambut baik pemkab Lingga menata lagi strategi pembangunan ekonomi menuju Lingga terbilang dan berkarakter Bunda Tanah Melayu.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto di Jakarta mengapresiasi tindak tanduk dan keseriusan pemkab Lingga.

“Kita apresiasi dan siap dukung program pengembangan perikanan budidaya Lingga. Potensinya luar biasa,” ungkapnya, Selasa (22/11).

Menurut Slamet, dari pemaparan Bupati Lingga potensi perikanan Lingga cukup menjanjikan. Namun tentu perlu dukungan dari berbagai sektor lainnya untuk fasilitas dan sarana prasana menyokong kesiapan kabupaten paling selatan provinsi Kepri ini. Slamat mengapresiasi pemkab Lingga yang juga menggandeng Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menata ekonomi di bekas pusat ibukota Kesultanan Lingga tersebut.

“Untuk membangun Lingga ini, memang tidak bisa sendirian. Contoh, untuk membangun mina padi perlu keterlibatan Kementerian Pertanian. Begitu juga dengan pelabuhan perikanan, sekarang pembangunannya sudah ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” jelasnya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau lahan persawahan di Kabupaten Lingga didampingi Bupati Lingga Alias Wello. foto:humas pemprov
Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau lahan persawahan di Kabupaten Lingga didampingi Bupati Lingga Alias Wello. foto:humas pemprov

Slamat mengatakan, dalam waktu dekat ia berjanji akan turun langsung untuk memastikan penyaluran bantuan ke Lingga.

“Insya Allah, saya akan luangkan waktu melihat potensinya. Diusahakan, minggu kedua bulan Desember,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Lingga, Alias Wello menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bersedia membantu dan mendukung pembangunan sektor perikanan Lingga.

“Jika kita bicara sumber daya alam, khususnya sumber daya kelautan dan perikanan, Lingga tidak kalah dengan Natuna. Kita punya 604 pulau yang dikelilingi lautan yang luas. Hanya saja, Lingga bukan wilayah terluar sehingga kurang mendapat perhatian pusat,” ungkapnya.

Untuk mendukung program mina padi yang digagas pemerintah untuk memberi nilai tambah bagi petani, Mantan Ketua DPRD Lingga ini mengatakan, Lingga sudah memiliki sawah ratusan hektar yang siap menjalankan program mina padi tersebut.

“Dulu, banyak orang yang ragu melakukan budidaya ikan karena keterbatasan pakan. Sekarang kita sudah punya bahan baku pakan, seperti dedak, ampas sagu dan kepala ikan teri. Jadi, untuk budidaya ikan, khususnya mina padi, kita sudah cukup siap,” katanya.

Penjajakan pemkab Lingga bersamama KKP tersebut juga dihadirĀ  Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Tri Hariyanto, Direktur Kawasan Budidaya, Arik Hari Wibowo, Kepala Bagian Program, Mokhamad Hanafi.

Sementara Bupati Lingga didampingi Kepala Bappeda Lingga, M. Ishak, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan, Rusli Ismail, Plt. Dinas Kelautan dan Perikanan Lingga, Kasiman dan Kepala Kasi Pengendalian Kesehatan Ikan Lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan Keperi, Aang Abubakar.

Awe optimis, strategi pembangunan segi tiga emas dari tiga sektor dan potensi Lingga secara bertahap akan merubah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga. Di bidang kelautan, jelas Awe sasaran utama adalah nelayan Lingga yang selama ini menurut hemat Awe masih jauh dari kata sejahtera. (mhb)

Respon Anda?

komentar