Pijakan Patah, Pekerja Jatuh dari Lantai 14

433
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Khusaini, seorang pekerja di proyek pembangunan Tunjungan Plaza 6, Surabaya, meregang nyawa setelah jatuh dari lantai 14 bangunan itu. Lelaki 41 tahun tersebut meninggal di lokasi kejadian lantaran terempas dari ketinggian 56 meter.

Peristiwa itu berawal saat Khusaini dan dua rekan kerjanya, Hendrik dan Gogon, akan memasang kaca pada dinding lantai 15. Untuk bisa menggapai dinding tersebut, tiga pekerja itu memerlukan scaffolding atau kerangka besi penyangga yang disusun di lantai 14.

Mereka bersama-sama membawa besi-besi penyusun dari lantai 1. Nah, di lantai 14, sekitar pukul 11.00, dengan dibantu dua temannya, Khusaini menyusun besi rangka itu. Satu per satu besi dipasang. Khusaini yang naik ke tahap penyusunan selanjutnya kaget saat besi yang jadi pijakannya patah. Dia terjatuh sambil tangannya menggapai besi.

Sadar Khusaini dalam bahaya, Hendrik dan Gogon membantu memegangi besi yang tersisa. Pekerja lain yang melihat hal tersebut sebenarnya hendak membantu Hendrik dan Gogon. Sayang, karena terlalu berat, besi penyangga yang dipegang Hendrik dan Gogon terlepas. Khusaini pun terjatuh ke bawah.

Sebelum jatuh ke tanah, tubuh pria asal Pekalongan itu menghantam kontainer yang dijadikan pos penjagaan. Kepala dan wajahnya membentur keras kontainer tersebut. Setelah itu, tubuhnya terpental sekitar 2 meter dari atas kontainer ke tanah.

Bunyi hantaman yang keras di atas kontainer membuat aktivitas beberapa pekerja terhenti. Mereka kaget saat melihat tubuh manusia tergeletak tak bernyawa bersimbah darah. Tidak hanya itu, pengunjung UFO yang berada sekitar 50 meter dari lokasi juga kaget saat melihat beberapa besi berjatuhan di halaman parkirnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga langsung mengirim tim identifikasi sidik jari setelah mendapat kabar tentang kecelakaan kerja tersebut. Berdasar olah TKP diketahui, Khusaini tewas saat menghunjam kontainer.
“Lehernya patah di situ. Jadi, seketika tewas,” terangnya.

Shinto menjelaskan, ada pelanggaran yang terjadi dalam peristiwa tersebut. Salah satunya, tidak ada tali pengaman yang menempel pada tubuh Khusaini walau harus bekerja di lantai 14. “Kalau memang tahu bekerja di lokasi itu, seharusnya ada alat pengaman. Entah itu tali atau jaring karena risiko kematian seperti ini pasti besar,” ujarnya.

Untuk itu, dia masih melakukan penyelidikan tentang hal tersebut. Shinto memeriksa beberapa saksi. Di antaranya, pimpinan proyek atau pekerja yang lain. “Biar kita tahu siapa yang teledor di sini. Pekerjanya yang tidak peduli keselamatan atau memang pimpinan proyeknya yang tidak mengingatkan. Masih kita selidiki lebih dalam lagi,” bebernya.

Jenazah Khusaini kemarin dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo. Selain menunggu jenazah dijemput keluarga, polisi melakukan otopsi. “Ya, segala kemungkinan coba kita gali. Biar bukti yang didapat lengkap,” terang Shinto.

Sementara itu, Yurica Yang, media relation Tunjungan Plaza, mengaku belum mendapat informasi terkait kecelakaan tersebut. Pihaknya hanya mendengar desas-desus adanya kecelakaan kerja pada pembangunan Tunjungan Plaza 6. “Saya juga sudah telepon pihak kontraktornya, masih belum ada jawaban. Jadi, masih belum bisa memberi kejelasan apa-apa,” ujarnya kemarin sore. (rid/c6/dos/JPG)

Respon Anda?

komentar