Terkait Aksi 212 yang Disebut Makar, Wiranto: Jangan Ngarang

1839
Pesona Indonesia
Wiranto. (foto: jpnn)
Menko Polhukam Jenderal TNI (Pur) Wiranto. Foto: jpnn

batampos.co.id – Rencana demonstrasi pada 2 Desember mendatang yang disebut-sebut disusupi rencana makar, Menko Polhukam Jenderal TNI (Pur) Wiranto mengatakan bahwa masyarakat diminta tidak berspekulasi terlalu dini terkait hal tersebut.

“Jangan ngarang dulu. Kita pasti tidak mengharapkan itu terjadi karena itu hal yang buruk,” tutur Wiranto di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Namun demikian, dia juga mengingatkan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum akan menindak tegas pihak-pihak yang memiliki niat untuk makar dengan mendompleng demonstrasi.

“Sudah ada hukum. Penanganan demonstrasi berbeda dengan penanganan sesuatu yang memaksakan kehendak. Penanganan demonstrasi itu dengan persuasif edukatif. Tapi kalau lebih dari itu maka akan ada langkah-langkah yang lebih tegas lagi,” terangnya.

Sementara itu, Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menegaskan kembali kalau aksi 212 itu murni aksi damai. Tidak ada agenda makar. Tuntutannya satu, Ahok harus ditahan.

Kemarin Habib merampungkan pemeriksaan sebagai ahli agama dalam kasus penistaan Islam oleh Ahok di Bareskrim Polri, Rabu (23/11/2016).

Usai memberikan keterangan kurang lebih tiga jam di hadapan penyidik, Rizieq kembali menegaskan bahwa Ahok harus dijebloskan ke tahanan.

Rizieq menyatakan kalau Ahok tidak ditahan akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum NKRI.

“Kami tetap pada prinsip pertama harus ditahan. Sekali lagi, Ahok harus ditahan,” tegas Rizieq di Bareskrim Polri, Rabu (23/11).

Menurut dia, sepanjang sejarah penegakan hukum di Indonesia tidak ada satu pun tersangka penistaan agama yang dijerat pasal 156 a KUHP tak ditahan. “Semuanya terkait pasal 156 a KUHP ditahan,” tegas Rizieq.

Dia menegaskan, alat bukti untuk memenjarakan Ahok sudah lengkap. Selain buku yang ditulis tim Ahok berjudul Merubah Indonesia, ada pula beberapa rekaman dan wawancara yang bersangkutan yang diduga menistakan Islam terkait Surah Al Maidah ayat 51. “Jadi, bukan saja rekaman di Kepulauan Seribu, tapi ada rekaman lain yang bersangkutan menistakan Alquran,” katanya.

Dia mengatakan, itu semua menjadi bukti kalau Ahok menista Alquran berulang kali.  “Berarti ada niat, bahkan dilakukan secara sistematis,” pungkas Rizieq. (boy/jpg/jpnn)

Respon Anda?

komentar