Wakil Bupati Lingga, Minta Anggaran untuk Dinas Kebudayaan

389
Pesona Indonesia
Kegiatan budaya di Lingga
Kegiatan budaya di Lingga

batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar menegaskan sesuai susunan organisasi tata kerja (SOTK) yang baru, munculnya dinas Kebudayaan perlu mendapat porsi anggaran dan kegiatan yang jelas pada tahun 2017 mendatang. Untuk itu Nizar minta agar dinas Pariwisata dan Kebudayaan saat ini segera menyusun program kebudayaan.

Seperti yang diharapkan pemerintah di Bunda Tanah Melayu, adanya dinas Kebudayaan dapat mengakomodir seluruh potensi bekas pusat pemerintahan kesultanan Lingga. Aset kebudayaan yang begitu banyak, diantaranya 106 benda cagar budaya (BCB), kesenian, bahasa, tradisi lisan maupun tulisan, 900 judul manuskrip dan kitab lama, adat istiadat, hukum serta kebiasaan masyarakat perlu menjadi program dinas Kebudayaan kedepan.

“Kedapan adanya SOTK baru dinas Kebudayaan sebagai catatan kami minta program-program segera disusun agar masuk pada APBD 2017,” ungkap Nizar beberapa waktu lalu.

Sejak 13 tahun terakhir, meski melebur bersama dinas pariwisata Nizar mengapresiasi potensi kebudayaan Lingga yang berhasil diakui secara nasional. Yakni kerajinan khas melayu Daik Tudung Manto dan seni teater rakyat Bangsawan sebagai warisan budaya tak benda dan menjadi warisan budaya indonesia.

Selain itu, gagasan untuk mejadikan Sultan Mahmud III sebagai pahlawan nasiolan terang Nizar juga menjadi program tahun 2017 dinas baru tersebut.

Sementara itu, salah seorang pelaku seni di Lingga Murwanto Edem yang telah hampir 20 tahun aktif dalam teater rakyat seni Bangsawan berharap adanya dinas baru tersebut kedepan juga memberikan ruang gerak bagi para pelaku seni di Lingga. Selama 2 tahun terakhir hilangnya pentas Rampai Seni Budaya Melayu (RSBM) dan menurunnya kegiatan-kegiatan seni di Lingga kata Edem juga perlu jadi bahan perhatian pemerintah daerah.

“Kami berharap orang-orang berkompeten yang ditempatkan nanti di Kebudayaan. Seni budaya bisa lebih terangkat lagi. Pelaku seni juga mendapat ruang gerak untuk berkesian di Bunda Tanah Melayu,” kata pelakon Mamud dalam cerita Apek Wang Tai dipentas Bangsawan ini.

Untuk teater rakyat sendiri, Edem berharap kedepan lebih berkembang lagi dan menjadi salah satu kegiatan disekolah-sekolah. Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah diakui, seni teater rakyat ini perlu ‘ditularkan’ kepada generasi muda.

“Sebagai salah seorang pelaku seni teater ini, harapan kami dapat lebih diperkenalkan dan kembangkan lagi. Teater bangsawan perlu diajarkan ada disekolah-sekolah,” pungkasny. (mhb)

Respon Anda?

komentar