28 Perempuan Tanjungpinang Positif Kanker Serviks

407
Pesona Indonesia
Syarat untuk mendapatkanm layanan gartis pemeriksaan atau deteksi dini kanker serviks. Foto: istimewa
Syarat untuk mendapatkanm layanan gartis pemeriksaan atau deteksi dini kanker serviks. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kanker serviks yang menderita perempuan di usia subur bukan lagi sebuah mitos. Berdasarkan data resmi yang dilansir Dinas Kesehatan Tanjungpinang, dari 939 perempuan usia subur yang sudah diperiksa sepanjang tahun ini, 28 di antaranya dinyatakan positif menderita kanker serviks.

Kepada 28 perempuan tersebut juga sudah diambil tindakan berupa perujukan ke rumah sakit.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menyatakan, kegiatan deteksi dini kanker serviks sudah dilakukan sejak dua tahun silam.

“Karena itu, kami mengimbau agar kaum perempuan yang berada di usia subur untuk rutin melakukan pemeriksaan. Kalau diketahui lebih dini, tentu lebih mudah untuk diambil tindakan penyembuhan secepatnya,” kata Syahrul ketika menghadiri pencanagan Gerakan Nasional IVA Test/Sadanis di Puskesmas Pancur, Kamis (24/11/2016).

Dari data deteksi dini pada 2014 silam, telah diperiksa 77 perempuan di usia subur dengan hasil satu orang di antaranya positif kanker serviks. Kemudian pada 2015, jumlah perempuan yang diperiksa meningkat drastis. Dari 797 perempuan yang diperiksa, 25 di antaranya positif. Sedangkan tahun ini hingga November, sudah ada 28 perempuan yang positif dari 939 perempuan yang sudah menjalani deteksi dini.

Dikatakan Syahrul, saat ini penyakit kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada 2012 saja, tercatat 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker, seperti kanker paru, hati, perut dan kolorektal, sementara kematian tertinggi setiap tahunnya adalah kanker payudara.

Sementara berdasarkan data resmi dari GLOBOCAN pada 2012, lanjut Syahrul, kanker serviks menduduki urutan ke-7 secara global dalam segi angka kejadian, urutan ke-6 negara berkembang, dan urutan ke-8 sebagai penyebab kematian. Di Indonesia kanker serviks menduduki urutan ke 10 dari kanker terbanyak berdasar data patologi anatomi tahun 2010 dengan insidens sebesar 12,7 persen.

“Kalau menurut Kementerian Kesehatan RI, saat ini jumlah wanita penderita kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk dan setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Jangan sampai angka ini terus meningkat, apalagi di Tanjungpinang ini,” kata Syahrul.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Kepri, Noorlizah Nurdin Basirun menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada guru yang telah memberi peningkatan pendidikan, khusunya peningkatan generasi bangsa.

“Mudah-mudahan guru selalu sehat guna meningkatkan profesi guru dan mutu pendidikan. Dan pembangunan kualitas perempuan Kepri dari waktu ke waktu juga,“ kata istri gubernur ini.

Kepala BPJS Cabang Tanjungpinang, Nur Indah Yuliati mengatakan kegiatan ini sebagai upaya promotif dan preventif dalam menyediakan pelayanan deteksi dini leher rahim melalui pemeriksaan IVA atau papsmear.

Gerakan Nasional Deteksi Dini IVA test/sadanis bagi guru Indonesia, menargetkan jumlah peserta yang diperiksa sebanyak 200 orang, terdiri dari guru perempuan, guru negeri/swasta dan istri guru di masing-masing Kabupaten/Kota. Untuk mencapai target tersebut telah disiapkan 10 titik lokasi pencanangan yang dapat diakses oleh para guru dan isteri guru.

“Silakan melakukan pemeriksaan, karena Kartu JKS KIS itu bisa digunakan untuk pemeriksaan deteksi dini kanker serviks,” pungkas Nur Indah. (muf)

Respon Anda?

komentar