63 Bidan PTT Ikut Ujian CPNS

847
Pesona Indonesia
Suasana Ujian CPNS beberapa tahun lalu. Tahun 2016 ini akan ada penerimaan CPNS lagi. Foto: www.sekolahdasar.net
Ilustrasi Ujian CPNS. Foto: www.sekolahdasar.net

batampos.co.id – Rencana pemerintah pusat untuk mengangkat bidan yang menjadi pegawai tidak tetap (PTT) yang bertugas di seluruh wilayah Indonesia menjadi aparatur sipil negara (ASN) memang memberikan angin segar. Apalagi di kabupaten Karimun jumlah bidan PTT ada 63 orang.

”Bukan hanya itu saja, 63 bidan PTT tersebut beberapa bulan lalu sudah mengikuti ujian calon ASN. Hanya saja, sampai saat ini pengumuman kelulusan belum ada. Dan, yang melaksanakan ujian ketika itu adalah Dinas Kesehatan. Karena, bidan yang PTT di bawah kendali Dinas Kesehatan. Artinya, rencana untuk pengangkatan bidan ini sudah diketahui jauh hari sebelumnya,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karimun, Kamarulzai kepada Batam Pos, Kamis (24/11).

Dikatakan kamarulazi, berdasarkan informasi dan berita yang beredar di media, memang akan diumumkan awal tahun depan. Hanya saja, karena sebelumnya para bidan tersebut harus mengikuti tes tertulis, maka apakah akan ada yang tidak lulusn atau lulus seluruhnya. Untuk itu, pihaknya hanya menunggu saja. Kalau memang terealisasi rencana penangkatan bidan PTT, maka pihaknya akan segera menyiapkan data-datanya.

”BKD dalam hal ini sifatnya hanya pendataan saja. Karena, koordinator atau pengendali dari bidan-bidan tersebut adalah Dinas Kesehatan. Jika memang nanti ada surat resmi pemberitahuan tentang pengangkatannya, maka akan kita umumkan. Sehingga, para bidan bisa mempersiapkan kelengkapan administrasinya. Karena, jika melihat data tidak semua bidan bertugas di Pulau Karimun,” paparnya.
Menyinggung tentang penempatan bidan PTT, kamarulzai menyatakan, bahwa sesuai dengan kebutuhannya, yakni di daerah hinterland. ‘

‘Daerah kita ini terdiri dari pulau-pulau atau daerah hinterland. Dan, jumlah bidan yang berstatus¬† sebagai ASN terbatas. Sehingga, dengan adanya bidan PTT, maka ditempatkan untuk daerah hinterland. Misalnya menjadi bidan desa, sehingga bisa membantu masyarakat di desa di sana. Khususnya untuk menjaga kesehatan wanita hamil dan proses persalinan,” jelasnya. (san)

Respon Anda?

komentar