7 Panti Pijat di Batuaji Disegel, Diduga Lakukan Praktik Prostitusi

1666
Pesona Indonesia
Para terapis di 7 panti pijat di Batuaji dimintai keterangan saat razia tim PPNS Batam, Kamis (24/11/2016). Foto: rezza/batampos
Para terapis di 7 panti pijat di Batuaji dimintai keterangan saat razia tim PPNS Batam, Kamis (24/11/2016). Foto: rezza/batampos

batampos.co.id – Petugas penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Batam bersama petugas kecamatan dan kepolisian Batuaji menyegel tujuh panti pijat atau massage yang ada di deretan ruko Waheng Center, Batuaji, Kamis (24/11/2016) sore.

Penyegelan tersebut merupakan tindak lanjut dari teguran pihak kecamatan Batuaji terhadap panti pijat yang beroperasi tanpa izin dan meresahkan warga selama ini.

Camat Batuaji Rinaldi M Pane mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah beberapa kali melakukan teguran baik secara lisan ataupun tertulis, namun para pemilik panti pijat di lokasi tersebut tetap keras kepala untuk tetap beroperasi meskipun tidak mengantongi izin.

“Kebanyakan hanya bermodalkan surat izin domisili usaha (SKDU), ya mana boleh karena itu bukan izin, tapi surat pengantar,” kata Rinaldi.

Kepala BPM PTSP Gustian Riau yang memimpin langsung kegiatan tersebut mengatakan pihaknya terpaksa menyegel paksa panti pijat tersebut karena memang tak mengantongi izin yang resmi.

“Tidak bisa dibiarkan. Kita sudah cek dan memang tidak layak disebut panti pijat. Sudah tidak memiliki izin, ada indikasi praktek prostitusi pula. Ada kondom di kamar pijat,” katanya.

Dijelaskan Gustian, memang hasil pemeriksaan di lapangan, umumnya panti pijat yang didatangi menyalahi aturan. Pelanggaran utamanya memang tidak dilengkapi izin. Pemilik panti pijat umumnya hanya mengantongi surat keterangan baik dari kelurahan ataupun kecamatan sebagai syarat pengurusan izin.

“Baru surat keterangan yang mereka punya tapi sudah pada buka. Izinnya tak ada semua ini,” ujar Gustian.

Selain itu, panti pijat yang ditutup paksa itu terindikasi menggelar praktek prostitusi terselubung seperti yang diprotes warga selama ini. Sebab saat digeledah petugas, dari kamar yang dijadikan tempat pijat umumnya didapati alat kontrasepsi.

Kamar pijat juga dibuat tertutup dengan menggunakan kain tirai. Suasana kamar dibuat remang-remang. Begitu juga dengan para pemijat umumnya wanita muda yang berdandan seksi.

“Hampir di setiap kamar ada kondom, nah untuk apa kondom itu kalau bukan untuk kegiatan prostitusi. Apalagi pekerjanya wanita berdandan seperti ini (seksi) sementara tamu pria,” kata Gustian.

Dalam kegiatan tersebut, kata Gustian total ada tujuh panti pijat yang disegel paksa, yakni:

  1. CV Royal Class Massage,
  2. CV New Mami Massage,
  3. IIn Massage,
  4. CV Dewi Jaya Massage,
  5. CV Jogo Rogo,
  6. Venesia Hasian
  7. Vitri Massage.

“Ini yang sama sekali tak memiliki izin,” ujar Gustian.

Sementara dua lainnya adalah Happy Massage dan Rina Massage memang memiliki izin sehingga tidak disegel. Namun kedua massage tersebut juga didata dan diberi peringatan, sebab saat digeledah petugas ternyata banyak yang menyalahi aturan. Di kamar pijat ditemui kondom dan kamar bersekat yang terindikasi menggelar praktek prostitusi.

Kesembilan pemilik panti pijat yang didatangi petugas tersebut semuanya dipanggil untuk diperiksa dan dibuat berita acara pemeriksaan (BAP) oleh PPNS BPM PTSP untuk memberikan sanksi ataupun hukum atas pelanggaran mereka itu.

“Yang tidak memiliki izin bukan saja di tutup, tapi pemiliknya juga akan diperiksa oleh petugas kami. Begitu juga yang memiliki izin juga akan kami periksa karena temuan-temuan itu tadi,” ujar Gustian. (eja/bp)

Respon Anda?

komentar