Bandara Letung Mulai Beroperasi

574
Pesona Indonesia
Bandara Letung Anambas mulai beroperasi. Foto: Tanjungpinangpos
Bandara Letung Anambas mulai beroperasi. Foto: Tanjungpinangpos

batampos.co.id – Warga kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur senang dengan adanya tes penerbangan di bandara Letung yang berlokasi di desa Bukit Padi kecamatan Jemaja Timur.

Mereka tidak menyangka di Jemaja saat ini ada bandara sendiri. Apalagi saat mereka menyaksikan sendiri baik itu pendaratan maupun take off pesawat susi air berjalan dengan mulus.

Namun hal itu tak membuat mereka puas. Mereka menginginkan agar bandara itu bisa ditingkatkan statusnya menjadi bandara yang setaraf dengan bandara lain di Indonesia yang lebih besar, dengan spesifikasi yang lebih baik dari yang sekarang ini. Pasalnya sekarang ini landasan pacu hanya sekitar 1,2 km. Sehingga pesawat yang bisa masuk hanya jenis pesawat dornier ataupun pesawar foker 50.

Sedangkan untuk pesawat yang lebih besar tidak bisa landing di bandara itu karena landasan pacunya pendek sehingga harus diperpanjang lagi.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) kecamatan Jemaja Andren, untuk bisa memperpanjang landasan pacu, pemerintah harus membebaskan lahan lagi. “Pemerintah pusat telah menganggarkan perpanjangan landasan pacu tapi lahannya harus dibebaskan dulu,” katanya.

Dari informasi yang dirinya dapat, pemerintah pusat telah menganggarkan sekitar Rp60 milliyar untuk pembangunan perpanjangan
landasan pacu. Tapi anggaran itu ditunda penyalurannya karena lahannya belum dibebaskan.

“Jika seperti itu pemda terkesan hanya setengah hati melanjutkan perpanjangan landasan pacu,” jelasnya.

Pasalnya yang dirinya ketahui saat ini masyarakat khususnya pemilik lahan siap mendukung dan kapan saja lahannya dibebaskan akan diberikan.

“Kami masyarakat tidak pernah mempermasalahkan lahan. Kami siap walaupun pembayarannya belakangan yang penting ada kepastian yang jelas,” ungkapnya.

Disisi lain, salah satu anggota DPRD Anambas Julius, pernah mengatakan, bahwasanya pemada tidak pernah memasukkan anggaran untuk pembebasan lahan untuk lanjutan bandara letung. Namun DPRD justru memasukkan anggaran untuk pembebasan lahan seluas Rp10 hektare.

Sementara itu Plt Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Sahtiar, membantah hal tersebut. Menurutnya kabar mengenai bantuan pusat sebesar Rp60 Milliyar itu tidak ada.

Menurutnya jika benar akan ada bantuan sebesar Rp milliyar, maka pemda akan sangat senang dan akan memenuhi apapun persyaratannya yang penting bantuan Rp60 milliyar itu didapatkan.

“Itu tidak benar, siapa yang tidak mau mendapatkan bantuan dari pusat apalagi Rp60 milliyar itu besar,” jelasnya ketika ditemui di ruang kerjanya. (sya/bp)

Respon Anda?

komentar