BC Gagalkan Dua Kasus Penyelundupan di Selat Malaka Setiap Hari

163
Pesona Indonesia
Petugas Bea Cukai Indonesia dan Malaysia melakukan patroli terkoordinasi di Selat Malaka. Foto: dok Bea Cukai
Petugas Bea Cukai Indonesia dan Malaysia foto bareng sebelum melakukan patroli terkoordinasi (Parkor Kastima) di Selat Malaka. Foto: dok Bea Cukai

batampos.co.id – Direktorat Jenderal Bea Cukai mencatat dalam sehari menindak 2 kasus penyelundupan di perairan Selat Malaka. Penindakan ini dilakukan dalam operasi patroli terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima).

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan operasi Patkor Kastima tersebut merupakan kegiatan ke-22 dan agenda tahunan dengan pihak Malaysia. Dalam tahun ini, pihaknya berhasil menindak 32 kasus penyelundupan.

“Operasi ini dilakukan kurang dari sebulan. Berarti dalam sehari kita menindak 2 penyelundupan, ujar Heru dalam upacara penutupan operasi di Ocarina, Batamcentre, Kamis (24/11/2016) pagi.

Operasi ini dilakukan dalam 2 periode yakni bulan September dan November dengan mengerahkan 19 kapal patroli. Pada bulan September, tim operasi berhasil menindak 12 kasus penyelundupan yang terdiri dari 8 kapal penyelundupan bawang merah dengan barang bukti 147 ton.

Selanjutnya, penindakan 3 kapal penyelundup barang campuran dan 1 kapal pengangkut 51 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

“Periode pertama ada 12 kasus dan periode kedua 20 kasus. Ini penindakan terbesar kita selama operasi,” terang Heru.

Untuk periode kedua, sambung Heru, tim operasi mengamankan 11 kapal penyelundup barang campuran seperti elektronik, kayu. Selanjutnya 8 kapal memuat barang tanpa dilengkapi dokumen serta 1 kapal pengangkut 42 TKI ilegal.

“Jadi kita temukan juga narkotika. Narkotika ini dikonsumsi penyelundup agar lebih berani melakukannya,” terang Heru.

Heru menambahkan pihaknya akan terus meningkatkan operasi bersama pihak Malaysia. Tujuannya untuk menjaga keamanan perairan Selat Malaka yang menjadi jalur lintas kapal Internasional.

“Selat Malaka menjadi salah satu jalur terpadat dan kemanannya menjadi perhatian seluruh negara. Maka kita akan melindungi wilayah ini dari penyelundupan,” tegasnya.

Dia juga meminta para penyelundup untuk menghentikan niat dan aktivitasnya. Sebab, penyelundupan tersebut dapat merugikan masyarakat hingga para pengusaha. (opi)

Respon Anda?

komentar