Berpotensi Timbulkan Banjir, Pemko Hentikan Cut and Fill 7 Perusahaan

343
Pesona Indonesia
Aktivitas Cut and Fill di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Aktivitas Cut and Fill di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam menghentikan sementara aktifitas cut and fill yang dilakukan tujuh perusahaan di Batam karena menyebabkan banjir. Pemko terus melakukan evaluasi kepada perusahaan-perusahaan yang melakukan cut and fill.

“Ini sebagai koordinasi antara Bapedal dengan dinas PU, Dishub, dan Distako. Dan tujuh perusahaan dinyatakan berpotensi menyebabkan banjir dan untuk sementara operasionalnya dihentikan dulu,” kata Kepala Bapedal Kota Batam, Dendi Purnomo, Kamis (24/11/2016).

Dendi menyebut, tujuh perusahaan yang dihentikan kegiatan cut and fillnya adalah:

  1. PT Lindung Alam Batam di Sagulung,
  2. PT J.Ready Mix di Bengkong,
  3. PT Pendawa Sukses di Tanjungpiayu,
  4. PT Mulya Reality Batindo di Batubesar,
  5. PT Kopkar/Glory Point di Tiban,
  6. PT Sijorat Arta Sukses,
  7. PT Silma Sunter Agung di Nagoya.

“Perusahaan ini sudah ada yang beroperasi sekitar 4 sampai 6 bulan. Ini sudah beberapa kali kita datangi dan kita tidak sembarangan menghentikannya,” katanya.

Selain tujuh perusahaan yang sudah dihentikan itu, masih ada tujuh perusahaan lain yang sedang dipelajari oleh Pemko yang melakukan cut and fill. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan lapangan dan pengumpulan data.

“Yang sedang kita pelajari ini ada di Sagulung, di Telaga Punggur, sekitar Marina, Bengkong dan Batuampar,” katanya.

Ia meminta kepada pengusaha yang melakukan cut and fill untuk tetap memperhatikan dampaknya kepada warga sekitar. Di mana warga yang ada di pemukiman jangan menjadi korban dari aktifitas cut and fill.

“Saling menjaga saja. Kita terus berkoordinasi dengan PU dan pengentasan banjir ini memang menjadi hal yang sangat diseriusi Pemko Batam,” katanya. (ian)

Respon Anda?

komentar