Kemenpar Undang 32 Travel Agent-Travel Operator Famtrip ke Destinasi Joglosemar

261
Pesona Indonesia
Peserta Famtrip TA/TO, jurnalis, Blogger dan berbagai pihak lainnya. Mereka akan menikmati destinasi wisata di Joglosemar. Foto: kemenpar/twitter
Peserta Famtrip TA/TO, jurnalis, Blogger dan berbagai pihak lainnya. Mereka akan menikmati destinasi wisata di Joglosemar. Foto: kemenpar/twitter

batampos.co.id – Jurus Familiarization Trip atau lebih beken dengan sebutan Fam Trip kembali dimainkan Kementerian Pariwisata.

Kali ini, sebanyak 32 orang yang terdiri dari Travel Agent/Travel Operator anggota MATTA serta perwakilan pengurus MATTA, jurnalis Gaya Travel Magazine, Dino Brand works, serta blogger asal Malaysia, dan VITO Malaysia, diajak keliling Jawa Tengah dan Jogjakarta (Joglosemar) 23-27 November 2016.

“Ini adalah promosi pariwisata yang paling efektif. Coba bayangkan saat semuanya dikenalkan langsung ke destinasi wisata yang eksotis tadi. Apa yang mereka lihat, mereka sentuh, mereka rasa, bisa langsung diceritakan dan ditawarkan kepada klien-klien mereka. Jurnalis dan blogger juga bisa memposting berita, foto dan video sensasi keajaiban alam dan budaya kepada pembaca loyalnya. Efeknya akan sangat dahsyat sekali,” icap I Gde Pitana yang ikut didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.

Menurut dia, predikat ASEAN Favourite Destination kerap melekat di booth Wonderful Indonesia saat mengikuti ajang MATTA Fair. Destinasi wisata Indonesia dianggap paling eksotis, paling menarik,  paling beragam. Dari mulai pulau eksotis, garis pantai yang panjang dan berbatu, pantai tropis yang hangat, pantai berombak, diving site yang memperlihatkan 2/3 coral dunia, sawah yang subur dan lereng berbukit gunung berapi, warna-warni budaya, semuanya ada di Indonesia.

Di Fam Trip itu seluruh peserta ikut diajak melakukan site visit, business gathering dan hotel inspection. Dari mulai kunjungan ke Kelenteng Sam Poo Kong di Simongan, Lawang Sewu di Tugu Muda, Kota Tua Semarang, wisata belanja dan oleh-oleh di Jalan Pandanaran, Taman Djamoe Indonesia, Ambarawa Train Museum, menjelajah di destinasi prioritas Borobudur, Candi Hindu Prambanan, rafting hingga  kuliner di Kampung Laut tepi pantai Semarang, semua bakal dilakoni.

“Dampak promosi untuk perbatasan seperti Malaysia bisa terlihat dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi MATTA adalah organisasi travel agent terbesar di Malaysia. Ini dapat menjadi agen yang memasarkan destinasi pariwisata melalui penjualan paket wisata outbound ke Indonesia. Dampaknya sangat bagus untuk kita,” timpal Rizki Handayani.

Selama ini, MATTA memang cukup banyak mendatangkan wisman Malaysia ke Indonesia. Pada saat mengikuti MATTA Fair 11-13 Maret 2016, Wonderful Indonesia pernah mencatatkan total transaksi senilai Rp 42 Miliar.

“Kebetulan Fam Trip itu masuk ke dalam kategori selling. Jawa Tengah dan Jogjakarta kami tawarkan karena ada ketersediaan penerbangan langsung ke destinasi wisata. Karakter wisman Malaysia juga cocok dengan destinasi di Jateng dan Jogjakarta sehingga akan ketemu manfaatnya,” ujar wanita jebolan ITB Bandung itu.

Menpar Arief Yahya, famtrip adalah satu cara memperkenalkan destinasi wisata yang sangat efektif. Peserta bisa merasakan atmosfer atau suasana batin di destinasi tersebut, lalu menceritakan kepada komunitas atau customersnya. Mereka bahkan bisa langsung menjual paket-paket khusus yang sudah pernah dia jalani selama famtrip itu. Merek juga bisa bercerita kepada khalayak akan keistimewaan orang Indonesia dengan aneka perbedaannya.

“Jadi apa saja yang menjadi keunggulan destinasi kita bisa terekplorasi dengan akurat, lalu promosi apa yang cocok atas destinasi itu dengan lengkap. Ini model promosi yang cukup efektif, apalagi mereka adalah pelaku bisnis Pariwisata. Outputnya bisa langsung ke paket-paket wisata ke Joglosemar, dan mereka menjadi endorsernya,” kata Arief Yahya. (inf)  

Respon Anda?

komentar