Kontraktor Tanggul Jadi Buronan Jaksa, Diduga Terkait Kasus Korupsi Rp3,2 M

682
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Direktur Utama (Dirut) PT Beringin Bangun Utama, berinisial Ch, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Karimun di Tanjungbatu.

Penetapan status buronan terhadap Ch, terkait kasus tindak pidana korupsi dalam pengerjaan tanggul Urung-Tanjungbatu I Kabupaten Karimun tahun anggaran 2014.

“Iya kita sudah sebarkan selebaran kertas terkait identitas lengkap serta pas foto bersangkutan ke masyarakat. Harapan kita, warga bisa memberikan informasi keberadaan Ch. Berdasarkan laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP Perwakilan Provinsi Kepri, terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp3.276.596.619,” ungkap Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Karimun di Tanjungbatu Filpan FD Laia.

Berdasarkan kesimpulan ahli lembaga pengembangan jasa konstruksi (LPKJ), terdapat kemahalan harga pada pekerjaan item baru pekerjaan timbunan biasa di atas rawa sebesar Rp2.423.663.669.

Prosentase pekerjaan adalah 76,40 persen dibanding 100 persen sebagaimana addendum. Terdapat denda keterlambatan sebesar Rp747.736.500, dan pencairan jaminan pelaksanaan sebesar Rp822.510.150 yang seharusnya disetorkan pada kas daerah.

Yang bersangkutan melanggar pasal 2 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 pemberantasan tindak korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Dan pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagiamana telah dirubah dan ditambah UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Kasusnya bermula pada tahun 2014 pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri terdapat pekerjaan pembangunan tanggul Urung-Tanjungbatu tahap I berasal dari dana APBD dengan pagu anggaran Rp18.066.000.000. setelah dilakukan pelelangan umum dengan metode pascakualifikasi I sistem gugur, ditetapkan PT Beringin Bangun Utama selaku pemenang dengan harga penawaran terkoreksi sebesar Rp16.450.203.000 dengan direktur utama Ch.

Namun dalam perjalananya, pengerjaan proyek tanggul baru selesai sekitar 76,40 persen, namun laporanya pekerjaan 100 persen. Sebelumnya telah mengadili dan menjatuhkan hukuman 3 tahun 6 bulan Purwata, ST selaku pejabat pembuat komitmen Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri dalam kasus tindak pida korupsi. (ims)

Respon Anda?

komentar