Lingga akan Dapat Mesin Pembangkit 2 MW

286
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kepala PLN Sub Rayon Daik Lingga, Johari Nainggolan mengatakan sejauh ini rencana penambahan daya untuk energi listrik seluruh wilayah pulau Lingga telah mendapat sinyal dari pusat.

Namun pihaknya didaerah masih menunggu lahan untuk relokasi kantor dan pembangkit listrik yang dijanjikan pemerintah di kawasan desa Musai Kecamatan Lingga.

 

Relokasi lahan yang telah beberapa waktu dibincangkan dengan pemerintah daerah, hingga penghujung tahun ini belum rampung terang Johari. Pihaknya masih menunggu keputusan pemda.

“Iya saat ini kami masih menunggu itu saja, PLN sudah sangat siap. Tinggal menunggu keputusan terkait pembebasan lahan saja oleh Pemkab Lingga,” ungkapnya, Kamis (24/11).

PLN (persero) pusat telah menyiapkan pembangkit listrik berkapasitas 2 Megawatt yang direncanakan akan sampai ke Lingga pada awal tahun 2017.

Pihaknya juga telah mengusulkan kembali penambahan daya 1 Megawatt lagi agar daya di pulau Lingga yang mencakup tiga wilayah kecamatan dapat terlayani PLN sebesar 3 Megawatt.

“Awal tahun sudah sampai ke Lingga. Untuk di Musai nanti, kami tidak pakai mesin sewa lagi. Tapi kami juga telah mengajukan untuk penambahan daya 1 Megawatt. Kalau disetujui pusat, kami masih akan gunakan mesin sewa,” jelas Johari.

Ia berharap, relokasi lahan cepat diselesaikan pemda agar pihaknya dapat segera menyiapkan lokasi penempatan mesin baru dan kebutuhan oprasional.

“Terserah nanti hibah atau ganti rugi. Lahan tersebut harus atas nama PLN kedepannya,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala bagian Agraria Pemkab Lingga, H Nadar mengatakan terkait peyediaan lahan untuk relokasi PLN Sub Rayon Daik hanya tinggal menunggu keputusan dari pemilik lahan dengan bupati Lingga. Karena pemilik lahan tidak tinggal dan bekerja di Lingga, pemerintah belum dapat menentukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan relokasi lahan.

“Iya kami menunggu keputusan ahli waris yang punya tanah tersebut bersama Bupati. Kemarin waktu Dialog di Gedung LAM lalu saya sudah ketemukan pak kades Musai dengan Sekda dan Bupati,” ungkapnua.

Dilanjutkan Nadar, dirinya sangat mendukung relokasi PLN tersebut. Ia berharap, PLN dapat menunggu dulu persiapan lahan yang kini terus digesa pemerintah daerah.

“Kami minta PLN bersabar dulu. Semua kebijakan dan keputusannya dalam hal ini ada pada pimpinan tinggi, yakni Bupati,” tutupnya. (mhb)

Respon Anda?

komentar