Yang Mau Nikah, 13.500 Buku Nikah Edisi Baru Sudah Tiba di Kepri

193
Pesona Indonesia
Buku nikah. Foto: istimewa
Buku nikah. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 13.500 buku nikah edisi baru tiba di Kepri, Kamis (24/11/2016).

Buku nikah baru itu diterima secara langsung oleh Kepala Seksi Kepenghuluan dan Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Kepri, Muhammad Syafii.

Menurut Syafii, buku baru ini akan menjadi stok buku pernikahan selama periode tahun 2017. Seluruh buku nikah edisi baru ini akan segera didistribusikan ke seluruh Kantor Kemenag kabupaten/kota.

Kota Batam adalah penerima buku nikah edisi baru terbanyak mencapai delapan ribu eksemplar. Lalu disusul Kabupaten Karimun sebanyak 1.700 buku nikah, Tanjungpinang 1.400 buku nikah, Bintan sebanyak 900 buku nikah, Lingga dan Anambas sebanyak 600 buku nikah, dan Anambas sebanyak 300 buku nikah.

“Hari ini (kemarin, red), kami distribusikan dulu ke Batam. Lalu menyusul daerah lain,” kata Syafii.

Apa yang membedakan buku nikah edisi baru ini dengan edisi sebelumnya? Syafii menjelaskan, perbedaannya adalah berkenaan dengan para menteri agama. Pada edisi sebelumnya, yang bertandatangankan adalah Menteri Agama Suryadharma Ali. Namun, setelah terjadi pergantian menteri agama, terjadi pula pergantian tanda tangan yang tercantum dalam buku nikah tersebut.

“Di edisi baru ini yang tanda tangan Pak Lukman Hakim Syaifudin selaku Menteri Agama yang baru. Kalau sebelumnya itu kan Pak Suryadharma Ali. Jadi administrasi yang berkenaan dengan Kementerian Agama pun harus ikut diganti. Termasuk buku nikah ini,” terang Syafii.

Kedatangan 13.500 buku nikah edisi baru ini juga membuat buku nikah bersampul cokelat untuk suami dan hijau untuk istri yang bertandatangankan Suryadharma Ali mesti dimusnahkan agar tidak disalahgunakan. Tercatat, ada sekitar 1.500 buku nikah edisi lama yang dimusnahkan.

Lebih lanjut Syafii menjelaskan, total kedatangan buku nikah edisi baru tahun ini lebih rendah bila dibandingkan dengan yang diterima pada tahun sebelumnya. Pada 2015 kemarin, Kanwil Kemenag Kepri menerima 14.500 atau seribu buku nikah lebih banyak dari tahun ini. Namun, Syafii menjelaskan jumlah yang diterima itu berdasrkan rasio pernikahan tahun lalu yang juga mengalami penurunan.

Hanya saja perlu ditegaskan, bila memang 13.500 buku nikah edisi baru ini nanti tidak mencukupi, Syafii memastikan pihaknya akan lekas berkirim surat agar mendapatkan distribusi buku nikah tambahan dari Kemenag RI.

“Jadi jangan khawatir tidak ada buku nikah di KUA ketika hendak melangsungkan pernikahan,” ujar Syafii. (aya/bp)

Respon Anda?

komentar