MUI Tolak Keluarkan Fatwa Pesanan Soal Salat Jumat di Jalan Raya

986
Pesona Indonesia
Ratusan ribu massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 4 November 2016. Foto: indowarta
Ratusan ribu massa dari berbagai Ormas Islam bersatu melakukan aksi damai menuntut Ahok ditangkap terkait dugaan penistaan terhadap Alquran yang dilakukan Ahok saat bertemu masyarakat Pulau Seribu beberapa waktu lalu. Aksi besar-besaran akan kembali digelar Jumat 2 Desember 2016. Foto: indowarta

batampos.co.id – Jajaran kepolisian telah mendekati Majelis Ulama Indonesia. Tujuannya meminta MUI mengeluarkan fatwa salat Jumat di jalan raya. MUI menegaskan dalam mengeluarkan fatwa tidak bisa di bawah tekanan atau pesanan pihak manapun.

Sikap tegas MUI itu disampaikan Ketua Bidang Fatwa Khusaimah Y. Tangu. “Salat di manapun, selama itu mendesak dan suci sah,” jelasnya di sela Rakernas MUI tadi malam.

Dia mengatakan dalam mengeluarkan fatwa, MUI tidak bisa tergesa-gesa. Apalagi dipaksa fatwa sudah harus keluar sebelum Jumat (2/12/2016).

Khusaimah mengatakan MUI itu mengeluarkan fatwa untuk umat. Bukan untuk kepolisian atau lembaga negara lainnya. Menurut dia fatwa itu butuh waktu, karena harus dikaji dalam forum batsul masail.

Dia juga menjelaskan fatwa itu harus keluar atas masalah atau kejadian yang sudah muncul. Sementara salat Jumat di jalan raya, sementara ini masih belum terjadi. Khusaimah juga mengatakan salat di jalan raya, diperbolehkan dalam keadaan darurat.

Misalnya banyak umat Islam dari daerah datang ke Jakarta. Kemudian masjid-masjid yang ada, sudah penuh. Maka otomatis jamaah salat Jumat bakal meluber sampai ke jalan raya.

Terkait sejumlah ormas yang sudah menyebut salat Jumat di jalan itu tidak boleh, menurut Khusaimah masih berupa pendapat pribadi.

Informasi adanya pesanan fatwa dari polisi sebelumnya diungkap oleh Wakil Ketua Umum MUI Yanuhar Ilyas. Dia menegaskan permintaan fatwa salat Jumat di jalan raya itu disampaikan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Permintaan ini terkait dengan rencana Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) pada 2 Desember 2016 dengan cara Salat Jumat di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman, Jakarta. (wan/jpgrup)

Respon Anda?

komentar