Pemprov Kepri Siap Sukseskan Pertemuan Penyair Nusantara VIII

238
Pesona Indonesia
Nabila, bocah Tanjungpinang yang suka membaca puisi. foto:fatih/batampos
Nabila, bocah Tanjungpinang yang suka membaca puisi. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Melalui Surat Resolusi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) VIII di Pattani, Thailand Selatan tahun lalu, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) didapuk sebagai tuan rumah PPN IX 2016. Sepucuk surat yang merupakan kepercayaan terhormat itu dibalas dengan pasti oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Gubernur Nurdin Basirun melalui Sekretaris Daerah, TS Arief Fadilah. Arif menegaskan, Pemprov Kepri siap mendukung kesuksesan helatan rutin yang melibatkan penyair se-Asia Tenggara ini.

”Bagi kami, tentu kepercayaan ini adalah sebuah kehormatan. Apa yang bisa kami dukung, tentu akan kami dukung. Kepenyairan adalah sesuatu yang penting buat Kepri,” kata Arief ketika menjamu audiensi Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau, di ruang kerjanya, Kamis (24/11).

Apa yang dibicarakan Arief bukan semata-mata bualan. Kendati baru bertugas di lingkungan Pemprov Kepri, Arief tak ragu menilai bahwa tradisi kesusastraan yang telah berlangsung dengan gemilang sejak era Raja Ali Haji ini perlu disikapi dengan serius. Kejayaan dan kecemerlangan masa silam, kata Arief, bukan sebagai memorabilia yang sekadar dibanggakan dan diceritakan saja ke orang lain.

”Tapi juga harus kita hidupi bersama. Jangan asyik nak bercakap Raja Ali Haji saja, tapi tidak bisa menghargai karya-karya dan para penyair yang secara berani melanjutkan tradisi tersebut,” ungkap Arief.

Sebab itu, mendengar kabar bahwa Provinsi Kepri menjadi tuan rumah PPN IX yang akan disejalankan dengan Anugerah Jembia Emas 15-18 Desember mendatang, Arief ingin Kepri bisa memberikan yang terbaik kepada para penyair yang berdatangan dari dalam dan luar negeri. Arief menginginkan ada kesan yang berbeda ketika penyair-penyair itu datang untuk menziarahi ‘Taman Para Penyair’ yang pernah bermekaran indah sejak lebih dari seabad lalu.

Keinginan Arief ini sebisanya akan diwujudkan oleh Dewan Kesenian Provinsi Kepri.

“Tentu kami perlu juga dukungan dari pemerintah. Jangan sampai acara yang dilangsungkan di Taman Para Penyair ini tidak memberikan kesan baik bagi para penyair dari Brunei, Malaysia, Singapura, Thailand, dan dari seluruh penjuru Indonesia itu,” kata Ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepri, Husnizar Hood.

Tidak disangkal Husnizar, bahwasanya seluruh penyair yang diundang dalam helatan PPN IX ini menyatakan antusiasmenya ketika Kepri, Tanjungpinang khususnya, ditetapkan sebagai tuan rumah. Husnizar menggambarkan antusiasme tersebut laksana anak yang merindukan kampung halamannya. Ada debar, ada rindu, ada hasrat dapat melihat lebih dekat kampung halaman Bahasa Indonesia ini.

”Bahasa Indonesia itu diambil dari Bahasa Melayu yang dirawat dengan baik oleh Raja Ali Haji. Maka ketika datang ke Tanjungpinang, para penyair itu seperti pulang ke kampung halamannya, berziarah kemana bahasa persatuan bangsa ini pernah dirawat dengan penuh kemuliaan oleh Raja Ali Haji,” kata penyair yang juga Wakil Ketua DPRD Kepri ini.

Acara PPN IX bakal berlangsung lebih meriah lantaran disejalankan dengan Anugerah Jembia Emas yang ditaja Batam Pos Group. Ini adalah sebuah pemberian anugerah kepada budayawan atau seniman pilihan yang telah berjasa di Kepulauan Riau. Pembinan Yayasan Jembia Emas, Rida K Liamsi menyatakan, anugerah ini juga semakin terasa nuansa kebudayaannya lantaran disejalankan dengan PPN IX.

”Kami dari Batam Pos Group selalu punya komitmen tinggi bagaimana agar kebudayaan dan para pelakunya itu bisa dimuliakan. Karena kebudayaan Melayu inilah warisan sekaligus potensi terbesar yang dipunya Kepulauan Riau untuk maju,” kata Rida.

Informasi yang dihimpun dari panitia, lebih dari 70 penyair yang ikut merayakan Anugerah Jembia Emas dan PPN IX. Seluruh penyair yang dipilih melalui sidang dewan kurasi itu juga akan mengirimkan puisinya untuk dimuat sebagai buku antologi Puisi PPN IX. Kemudian, mereka semua juga akan diajak melakoni ziarah sastra di Sungai Carang dan Pulau Penyengat.

“Yang kami inginkan, mereka tidak sekadar tahu Raja Ali Haji itu siapa, tapi juga bisa melihat lebih dekat tempat-tempat bersejarah di sini yang jadi lokasi Raja Ali Haji pernah berkarya. Dan para penyair itu begitu antusias dengan PPN IX ini. Semoga pemerintah daerah setempat, Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang bisa ikut menyukseskan acara ini,” pungkas Sekretaris Panitia PPN IX, Rendra Setyadiharja. (muf)

Respon Anda?

komentar