Petani Harus Berpikir Layaknya Wirausahawan

223
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Menjadi petani di Batam itu sama halnya menjadi seorang pengusaha. Mengapa? Sebab, petani di Batam tidak memiliki tanah sendiri. Mereka harus menyewa tanah.

“Seperti kita jualan di pasar, kita bayar uang untuk sewa lapak kan?” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidodadi, M Yamin.

Sewa tanah itu juga tidak langsung ke pemerintah. Melainkan ke orang-perseorangan. Biasanya, ke warga setempat. M Yamin membayarkan uang sewa sebesar Rp 2 juta per tahun.

“Inilah yang ingin saya sampaikan ke teman-teman petani yang lain. Jangan merasa tanah yang ditempati sekarang itu milik sendiri. Kita ini harus berpikir sebagai wirausaha,” tuturnya.

Para petani mengaku sudah siap jika suatu saat mereka gusur. Namun, mereka tetap berharap mendapatkan ganti rugi. Seperti yang terjadi di Kampung Setengar, Rempangcate, Galang.

Yasir, salah satu petani di Gapoktan Makmur, mengatakan, ada dua perusahaan yang hendak menggunakan lahan di Kampung Setengar. Satu perusahaan sudah mau membayarkan ganti rugi. Namun, perusahaan lainnya tidak.

“Sebab untuk bisa menggunakan lahan itu kan kami sudah mengeluarkan uang tebas,” tuturnya.

Petani mengaku kebingungan mencari lahan untuk pertanian. Jika Pemerintah Kota kemudian mewacanakan untuk membuka pulau sebagai areal pertanian, mereka menyambutnya dengan baik.

“Itu wacana bagus. Alhamdulillah kalau begitu,” tutur M Yamin lagi. (ceu)

Respon Anda?

komentar