Polda Kepri Tetapkan Direktur Keprindo Sejahtera sebagai Tersangka

309
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Polda Kepri menetapkan Direktur Keprindo Sejahtera berinisial E, sebagai tersangka kasus perdagangan Handphone merek Xiomi yang digerebek polisi pada Oktober lalu.

“Penetapan tersangka pada E, semenjak minggu lalu,” kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri Kombes Pol, Budi Suryanto pada Batam Pos, kemarin.

Penetapan tersangka ini, menurut Budi sudah berdasarkan barang bukti dan keterangan para saksi. Kasus ini masih terus dikembangkan pihak kepolisian.

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung, menambahkan para tersangka ini dikenakan pasal  104 Jo Pasal 6 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal  52 Jo Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi. “Ada dua undang-undang yang dilanggar oleh E,” ucapnya.

Handphone Xiomi sebanyak 139 unit tersebut berasal dari Hongkong, yang ditemukan pada 6 Oktober lalu di gudang milik PT Keprindo Sejahtera yang berada di parkiran P1, Nagoya Hill Batam.

Dari hasi penyelidikan pihak kepolisian, handphone yang merk Xiaomi tersebut tak memiliki fitur bahasa Indonesia. Sehingga besar dugaan, handphone tersebut masuk dengan cara ilegal.

Pihak penyelidik mendapati juga, perangkat telekomunikasi tersebut tak memenuhi syarat teknis.  Sehingga handphone rakitan China ini, ditenggari menyalahi aturan yang ada di Indonesia.

Dari pengakuan E kepada penyidik, handphone itu berasal dari perusahaan yang bernama Hongkong huang AU development company limited office. Dimana pemesanan dilakukan dengan cara mengirimi pesan melalui aplikasi wechat.

Handphone itu dipesan melalui marketing perusahaan asal China tersebut. Ternyata alur pengiriman handphone ini, tak langsung di masuk dari Hongkong. “Handphone itu transit dulu di Singapura, baru masuk ke Batam,” ucap Febi pada beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan handphone itu menggunakan tulisan China. “Di manual book juga bahasa China,” lanjut Feby.(ska)

Respon Anda?

komentar