Rekam Jejak Jaksa Ahmad Fauzi yang Ditangkap setelah Menerima Suap Rp 1,5 miliar

637
Pesona Indonesia
Ahmad Fauzi, jaksa penyidik di Bidang Pidana Khusus Kejati Jatim ditangkap usai melakukan pemerasan terkait dengan perkara korupsi yang diusutnya. Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa satu buah koper berisi uang tunai sebesar Rp 1,5 miliar.   Foto: GALIH COKRO/JAWA POS
Ahmad Fauzi, jaksa penyidik di Bidang Pidana Khusus Kejati Jatim ditangkap usai melakukan pemerasan terkait dengan perkara korupsi yang diusutnya. Dari tangannya, petugas menyita barang bukti berupa satu buah koper berisi uang tunai sebesar Rp 1,5 miliar.
Foto: GALIH COKRO/JAWA POS

batampos.co.id – Di kalangan jaksa di Kejati Jatim, Jaksa Ahmad Fauzi yang ditangkap setelah menerima suap Rp 1,5 miliar dikenal sebagai tangan kanan Kajati Jatim Maruli Hutagalung.

Kedekatan Fauzi dengan Maruli memang bisa dirunut sejak mereka sama-sama bertugas di Papua. Ketika Maruli menjabat Kajati Papua, Fauzi berdinas di Kejaksaan Negeri Sorong. Saat Maruli pindah dari Papua dan menjabat direktur perdata pada Jamdatun, Kejagung, Fauzi diajak serta. Dia bertugas dalam bidang yang sama dan menjadi anak buah Maruli.

Begitu pun ketika Maruli menjadi direktur penyidikan pidana khusus Jampidsus, Kejagung, Fauzi pun ikut dipindah dan dibawa ke bidang yang baru itu. Fauzi dilibatkan dalam penyidikan yang digeber penyidik pidana khusus Kejagung.

Ketika Maruli dilantik sebagai Kajati Jatim, Fauzi pun diajak serta. Dia langsung ditempatkan di bidang penyidikan pidana khusus. Dia terlibat dalam sejumlah penyidikan kasus korupsi. Selain korupsi di Sumenep, Fauzi menangani penyidikan korupsi di Ponorogo. Dia juga dipercaya sebagai tink tank tim kuasa dari kejati guna menghadapi praperadilan yang diajukan Dahlan Iskan.

Kajati Jatim Maruli Hutagalung belum bisa dikonfirmasi. Saat didatangi di kantornya, dia tidak berada di tempat. “Ada raker, Mas. Di Bogor,” ucap seorang jaksa Kejati Jatim kemarin.

Konfirmasi datang langsung dari Jaksa Agung M. Prasetyo. Dia mengakui adanya jaksa di Kejati Jatim yang ditangkap tim Saber Pungli Kejagung. Barang buktinya uang Rp 1,5 miliar. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

“Kami akan pastikan menerima suap atau memeras,” ujar Prasetyo di Hotel Novotel Bogor saat konferensi pers rapat kerja Kejagung kemarin.

“Uang di tangan AF (Ahmad Fauzi) tak mengalir ke mana-mana,” tegas Prasetyo.

Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Yulianto menuturkan, saat ini Fauzi sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, untuk AM, masih dilakukan pendalaman.

“Mereka rencananya dibawa ke Jakarta,” jelasnya.

Soal motif, Yulianto memastikan bahwa AM memberikan uang kepada jaksa itu agar tidak menjadi tersangka dalam kasus penjualan tanah kas desa. “Baru segitu,” ungkapnya.

Berikut jejak kedekatan Jaksa Fauzi dan Maruli:

1. Ketika Maruli menjabat Kajati Papua, Fauzi berdinas di Kejaksaan Negeri Sorong.

2. Saat Maruli pindah dari Papua dan menjabat direktur perdata pada Jamdatun, Kejagung, Fauzi diajak serta. Fauzi bertugas dalam bidang yang sama dan menjadi anak buah Maruli.

3. Ketika Maruli menjadi direktur penyidikan pidana khusus. Jampidsus, Kejagung, Fauzi pun ikut dipindah dan dibawa ke bidang pidana khusus. Di sana Fauzi dilibatkan dalam proses penyidikan sejumlah kasus.

4. Saat Maruli dilantik sebagai Kajati Jatim, Fauzi dibawa dan ditempatkan di bidang penyidikan pidana khusus.

Sumber: Diolah dari berbagai sumber. (rul/idr/dod/lum/c5/nw/jawapos)

Respon Anda?

komentar