600 Kali Percobaan Pembunuhan Pernah Dialami Fidel Castro

302
Pesona Indonesia

castrobatampos.co.id – Selama separo abad, Fidel Castro menjadi incaran CIA dan ratusan percobaan pembunuhan. Namun, semua gagal sampai akhirnya berpulang secara alami.

Fidel Castro, pemimpin legendaris Kuba itu meninggal dunia pada Jumat (25/11) malam waktu setempat.

Saat masa kejayaannya, Castro yang meninggal di usia 90 tahun, dilaporkan menghadapi lebih dari 600 percobaan pembunuhan. Diklaim Amerika Serikat (AS) sebagai musuh bebuyutan, Presiden AS John F. Kennedy pernah meluncurkan Operation Mongoose alias Operasi Luwak untuk melengserkan Castro.

CIA bikin serangkaian rencana pembunuhan ala James Bond. Mulai dari cerutu yang diracun, ledakan kerang laut, sampai pembunuhan ala mafia. Pembunuh bayaran sekaligus kekasih Castro Marita Lorenz juga direkut oleh CIA.

Tugasnya, memasukkan kapsul beracun di makanan atau minumannya. Namun, semua gagal total.

”Jika percobaan pembunuhan adalah pertandingan di Olimpiade, saya bakal dapat mendali emas,” kata Castro dalam salah satu kesempatan.

Pemimpin komunis yang memimpin negaranya dengan tangan besi mulai 1959 sampai 2008 itu memang selalu berseberangan dengan pemerintah AS. Karenanya tidak heran bila AS berkali-kali mencoba membunuhnya.

Fabian Escalante, bodyguard Castro, mengklaim ada 638 plot CIA untuk membunuh bosnya itu. Beberapa plot bahkan ada di film-film James Bond. Salah satu yang terkenal adalah usaha meracun Castro lewat pil yang dimasukkan oleh kekasihnya Marita Lorenz.

Lorenz adalah kekasih Castro sampai dia hamil dan tiba-tiba sakit. Saat kembali ke AS, CIA mengatakan kalau Castro secara diam-diam berencana untuk mengaborsi bayi yang dikandungnya. CIA pun membujuk Lorenz untuk kembali ke Kuba dan membunuh mantan kekasihnya itu.

Usahanya mudah, Lorenz tinggal memasukkan pil beracun ke minuman Castro dan pergi dari Kuba. Saat kejadian, Lorenz sangat gugup. Dia memasukkan pil tersebut ke mangkuk es krimnya. Mungkin, karena kegugupan itu, Castro membaca gelagat Lorenz.

”Castro kemudian mengeluarkan pistol dari balik bajunya. Saya pikir, dia akan menembak saya. Tetapi tidak. Dia mengatakan agar saya menembaknya. Kemudian, dia mematikan cerutu yang diisapnya dan menutup matanya,” kata Lorenz seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (26/11).

”Saya tidak bisa melakukannya. Dia masih mencintai saya dan saya mencintainya,” kata terang Lorenz yang kali pertama bertemu Castro di kapal pesiar MS Berlin di Pelabuhan Havana pada 1959. Alih-alih membunuh, Lorenz malah berlari dan memeluk Castro. Ah… so sweet. (*/tia)

Respon Anda?

komentar