Gugatan Penghitungan Ulang Menguat, Trump Terancam Batal Jadi Presiden A

368
Pesona Indonesia
Presiden Amerika terpilih dari Partai Republik, Donald Trump bersama anaknya Barron dan istrinya Melania tiba di Manhattan, New York, AS, 9 November 2016. Foto: Carlo Allegri/reuters
Presiden Amerika terpilih dari Partai Republik, Donald Trump bersama anaknya Barron dan istrinya Melania tiba di Manhattan, New York, AS, 9 November 2016. Foto: Carlo Allegri/reuters

batampos.co.id – Polemik pemilihan presiden Amerika Serikat rupanya belum usai. Kini muncul gugatan dari Jill Stein, capres dari Green Party, untuk melakukan penghitungan ulang suara di beberapa negara bagian.

Stein menuntut penghitungan ulang di Negara Bagian Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania. Di tiga wilayah yang dikenal sebagai Rust Belt atau kawasan industri pada 1980-an itu, Donald Trump menang tipis.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, masing-masing calon presiden (capres) memang punya hak untuk menggugat hasil penghitungan suara. Capres juga berhak mengusulkan penghitungan suara ulang asalkan mau membiayai sendiri.

Kamis waktu setempat (24/11) atau sehari sebelum tenggat, Stein mengumumkan gugatannya atas hasil penghitungan suara di Negara Bagian Wisconsin.

“Kami sudah berhasil mengumpulkan USD 1,1 juta (sekitar Rp 14,8 miliar) yang dibutuhkan untuk membiayai penghitungan ulang di Wisconsin,’’ terang Stein.

Di negara bagian tersebut, capres Green Party itu hanya mendapat 1,1 persen suara. Karena itu, gugatan tersebut jelas bukan upaya untuk membuatnya menjadi pemenang. Melalui situs resminya, dia menyatakan bahwa keadilan sebagai alasannya menggugat.

“Hasil pilpres yang mengejutkan seperti ini dan beberapa laporan tentang anomali yang terjadi di negara bagian ini harus ditelusuri lebih lanjut sebelum pihak berwenang menetapkan hasil penghitungan suara (yang memenangkan Trump) sebagai hasil final,” tulis kubu Stein pada situs resmi mereka.

Perempuan 66 tahun itu menegaskan bahwa rakyat AS berhak atas pilpres yang bisa dipercaya dan bisa dipertanggungjawabkan.

Karena dana hitung ulang di Wisconsin sudah didapat, kini Stein mulai mencari dana untuk membiayai penghitungan suara ulang di Pennsylvania dan Michigan, Biayanya sekitar USD 4,5 juta atau sekitar Rp 60,89 miliar.

Hingga kini, Stein dan kubunya baru mengumpulkan USD 2,7 juta (setara dengan Rp 36,54 miliar). Namun, dia masih punya waktu untuk menggalang dana. Tenggat pendaftaran permintaan hitung ulang di Pennsylvania adalah Senin (28/11), sedangkan Michigan pada Rabu (30/11). (jpnn)

Respon Anda?

komentar