Singapura Mendominasi Investasi di Batam

584
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat Singapura masih menjadi investor terbesar di Batam. Sejak Batam dibuka pada tahun 1971 untuk investasi asing hingga sekarang, negeri Singa telah menanamkan modal sebesar 125,12 Miliar Dollar AS atau 26,39 persen dari total investasi di Batam.

“Sedangkan Hongkong menjadi peringkat kedua dengan nilai investasi 107,07 Miliar Dollar AS atau 21,53 persen,” kata Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, Jumat (25/11).

Di peringkat ketiga ada Jepang dengan nilai investasi mencapai 47,44 Miliar Dollar AS atau 10,01 persen. Dan terakhir Malaysia dengan nilai mencapai 12,14 Miliar Dollar AS atau sekitar 2,56 persen.

“Sedangkan investasi lainnya didominasi oleh gabungan sejumlah negara yang menanamkan modal di Batam. Nilainya sekitar 148,06 Miliar Dollar AS, atau sekitar 31,23 persen.” tambahnya.

Ia berharap, kondisi Batam terus terjaga sehingga investasi lokal ataupun asing akan terus masuk sehingga mampu memberikan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Segala isu terorisme dan kondisi global yang terjadi selama ini belum berpengaruh pada investasi di Batam. Termasuk investor Singapura yang masih menanamkan modal di Batam,” kata Andi.

Badan Pengusahaan Batam dalam beberapa tahun terakhir lebih menggiatkan promosi ke kawasan Asia mengingat kondisi di Amerika dan Eropa belum sepenuhnya pulih dari krisis global.

Negara Kawasan Asia akan semakin banyak berinvestasi di Kawasan Batam yang terus dibenahi agar lebih menarik.

Dengan kata lain, total investasi sejak tahun 1971 hingga 2015 mencapai 8,9 bilion Dollar AS.”Ada 715 perusahaan asing yang telah menanamkan modalnya di Batam sejak tahun 1971,” imbuhnya.

Realisasi investasi ini mencakup delapan besar industri yakni industri alat angkutan dan transportasi, industri kimia dasar, industri makanan, konstruksi, industri logam dasar, dan industri mesin, dan industri elektronik.

Untuk 2016, realisasi investasi yang masuk ke Batam sudah mencapai 466,9 juta Dollar AS dari 38 proyek.

“Jauh meningkat dari tahun lalu sebesar 292,5 juta Dollar AS dari 32 proyek,” ungkapnya. (leo)

Respon Anda?

komentar