Anak 18 Tahun Dihukum Lima Tahun Penjara

359
Pesona Indonesia

batampos.co.id- HAW, 18, terdakwa perkara kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, di hukum lima tahun penjara oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumat (25/11).

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Corpioner didampingi dua hakim anggota Iriaty Khairul Ummah dan Jhonson Sirait, menyatakan terdakwa terbukti melanggar pasal 81 Ayat 2  Jo Pasal 76D Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 Ayat 1.

”Selain hukuman badan, terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 100 juta subsider Empat bulan kurungan,”ujar hakim.

Dikatakan hakim, sebelum memutuskan untuk menghukum terdakwa. Pihaknya juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan hal yang meringankan. Hal memberatkan perbuatan terdakwa telah menghancurkan masa depan korban, bertentangan dengan norma Agama dan Keasusilaan.

“Sedangkan hal yang meringankan terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi kembali perbuatannya,”kata hakim.

Mendengar hukuman yang dijatuhi majelis hakim, terdakwa yang didampingi Penasehat hukumnya M Indra Kelana menyatakan menerima. Begitu juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungpinang, Haryo Nugroho juga menerima hukuman yang diberikan majelis hakim kepada terdakwa. Sebab putusan yang dijatuhi tersebut sama dengan tuntutan darinya dalam sidang sebelumnya.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, perbuatan asusila tersebut terjadi berawal saat terdakwa sedang kumpul dengan temannya disalah satu tempat di Tanjungpinang, Selasa (19/7) lalu. Setelah selesai berkumpul terdakwa yang saat itu bersama dengan korban dan salah seorang rekan terdakwa pun jalan-jalan kearah Dompak.

Sesampainya di Dompak terdakwa pun kemudian mencium bibir korban. Selain itu terdakwa pun mengajak korban untuk berhubungan badan, korban sempat menolak namun diancam akan ditinggalkan di situ oleh terdakwa. Mendengar ancaman tersebut korban yang takut dan kembali di bujuk terdakwa pun mau melakukan persetubuhan tersebut.(ias)

Respon Anda?

komentar